PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) baru saja menyelenggarakan kegiatan Training For Trainers for TOEFL Preparations yang bertempat di Aula Syamsuhadi Irsyad pada Kamis, 5-6 Februari 2026, sebagai upaya strategis meningkatkan kompetensi pengajar sekaligus merancang kesiapan mahasiswa untuk memanfaatkan TOEFL sebagai pintu menuju studi dan peluang akademik di dalam dan luar negeri. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang bekerja sama dengan Indonesia International Education Foundation (IIEF) yang menugaskan Asosiasi Pusat Bahasa Muhammadiyah Aisyiyah (APUSBA PTMA) dan UMP menjadi organizing committee dalam acara tersebut.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Diktilikbang PP Muhammadiyah, Perwakilan lembaga bahasa dan pusat bahasa PTMA serta diikuti oleh dosen dan pengajar bahasa Inggris yang memiliki peran penting dalam membentuk kesiapan akademik mahasiswa maupun umum. Melalui pelatihan ini, pengajar dibekali pemahaman metodologis dan perspektif global agar TOEFL digunakan sebagai instrumen strategis untuk mengakses pendidikan internasional, beasiswa, dan mobilitas global.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama, Saefurrohman, Ph.D., menyampaikan bahwa penguatan peran pengajar menjadi fondasi utama dalam mendorong mahasiswa memiliki kesiapan dan keberanian untuk bersaing di tingkat internasional.
“TOEFL harus kita posisikan sebagai bekal strategis mahasiswa untuk melanjutkan studi, riset, dan kompetisi akademik di luar negeri, bukan sekadar kewajiban administratif,” ujarnya
Ia menambahkan bahwa universitas terus mendorong penguatan kurikulum dan kolaborasi internasional agar pembelajaran TOEFL selaras dengan standar global.
Sementara itu, perwakilan dari IIEF, Bapak Hassanudin, menjelaskan bahwa TOEFL merupakan standar kemampuan bahasa Inggris yang diakui secara luas sebagai salah satu syarat utama akses pendidikan dan beasiswa internasional.
“Banyak peluang studi dan beasiswa luar negeri mensyaratkan skor TOEFL tertentu, sehingga pengajar memiliki peran strategis dalam membimbing mahasiswa memahami peta jalan akademik global tersebut,” ungkapnya.
Menurutnya, pelatihan ini menjadi sarana penting untuk menyamakan persepsi pengajar dalam merancang pembelajaran TOEFL yang terstruktur dan berorientasi pada tujuan internasional mahasiswa.
Pemateri pada TOT kali ini mengundang Prof. Didin Nuruddin Hidayat M.A., TESOL., Ph.D. dari IIEF untuk mengajarkan metodologi dan menyusun lesson plan dalam mengajar TOEFL.
Melalui kegiatan Training For Trainers TOEFL Preparations ini, Universitas Muhammadiyah berharap para pengajar mampu mengimplementasikan strategi pembelajaran TOEFL yang tidak hanya berfokus pada pencapaian skor, tetapi juga membangun visi mahasiswa untuk berani mengambil peluang studi dan berkiprah di kancah global. (Amr/Chy)