Mukodas dan Perkakas Kayu yang Mengantarkan Dawet Ayu ke Papua

Kamis 05-02-2026,10:48 WIB
Reporter : Pujud Andriastanto
Editor : Laily Media Yuliana

Pesanan banyak dilakukan secara daring, terutama oleh pedagang yang ingin memastikan peralatan benar-benar asli dari sentra Dawet Ayu.

“Ke Papua saja pengirimannya bisa dua minggu sampai sebulan. Tantangannya bagaimana barang tetap aman dan kualitasnya tidak turun,” kata Mukodas.

Perkembangan usaha ini mendapat perhatian dari Lurah Argasoka yang juga Sekretaris I Paguyuban Dawet Ayu Banjarnegara, Fajar Maskuri. Ia menilai keaslian menjadi faktor utama yang dicari pembeli.

“Orang tidak sekadar beli alat, tapi membeli identitas. Mereka ingin yang benar-benar asli Banjarnegara,” ujar Fajar.

Mukodas berharap ada dukungan nyata dari pemerintah, terutama dalam pengadaan alat produksi yang bisa meningkatkan kapasitas tanpa menghilangkan nilai tradisional.

Apalagi Dawet Ayu Banjarnegara telah dikenal secara nasional setelah meraih Anugerah Pesona Indonesia 2020 sebagai Minuman Tradisional Terpopuler.

Di tengah arus modernisasi, Mukodas memilih bertahan pada jalur sunyi, menjaga warisan lewat perkakas kayu dan batok kelapa. Dari Argasoka, peralatan itu kini menempuh perjalanan jauh mengantarkan rasa, tradisi, dan cerita Banjarnegara hingga ke timur Indonesia.

Tags :
Kategori :

Terkait