Cuaca Ekstrem, 70 Persen Wilayah Banjarnegara Utara Masuk Zona Longsor

Rabu 04-02-2026,17:22 WIB
Reporter : Pujud Andriastanto
Editor : Laily Media Yuliana

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Ancaman cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Di mana 70 persen wilayah Banjarnegara bagian utara, masuk zona longsor.

Sebagai langkah antisipasi, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) setempat, siap menggelar aksi mitigasi bencana berupa kerja bakti membersihkan lingkungan di kawasan rawan longsor.

Aksi tersebut difokuskan pada pembersihan saluran drainase di titik-titik rawan. Salah satu wilayah yang masuk zona merah longsor yaitu Kecamatan Wanayasa, terutama saat curah hujan tinggi.

Koordinator Relawan FPRB Banjarnegara, Wanidi, mengatakan, kegiatan ini dibuka untuk relawan lintas komunitas maupun masyarakat umum yang peduli terhadap keselamatan lingkungan.

BACA JUGA:Wilayah Rawan Bencana Mendominasi, BPBD Banjarnegara Pasang Early Warning System di Titik Rawan Longsor

“Selain relawan FPRB, kegiatan ini juga dibantu teman-teman dari RAPI. Kami membuka partisipasi warga karena mitigasi tidak bisa dilakukan sendiri,” ujar Wanidi, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, saluran air yang tersumbat menjadi salah satu pemicu utama terjadinya longsor dan banjir lokal di wilayah perbukitan. Karena itu, pembersihan drainase dinilai sebagai langkah sederhana namun krusial.

“Kalau aliran air lancar, risiko luapan dan pengikisan tanah bisa ditekan,” katanya.

Wanidi menyebut, banjir dan longsor sempat terjadi di Wanayasa beberapa waktu lalu. Bahkan, dua rumah warga dilaporkan terancam akibat pergerakan tanah usai hujan deras.

BACA JUGA:Hujan Deras Picu Bencana Ganda, Banjarnegara Siaga Longsor dan Banjir

“Itu jadi alarm bagi kami. Apalagi informasi dari BMKG menyebutkan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga dua pekan ke depan,” ungkapnya.

Selain aspek mitigasi, kegiatan ini juga diharapkan menumbuhkan kesadaran warga menjaga lingkungan, terlebih menjelang Ramadan.

“Lingkungan bersih bukan hanya soal estetika, tapi juga keselamatan. Dengan kondisi yang lebih aman, warga bisa beraktivitas dan beribadah dengan tenang,” ujar Wanidi.

Tags :
Kategori :

Terkait