BANYUMAS - Curug Penganten merupakan salah satu air terjun yang terletak di Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Banyumas. Dinamakan Penganten, karena air terjun tersebut terdiri dari dua aliran sungai yang kemudian mengalir terjun bersama layaknya sepasang kekasih.
Namun, ada juga yang mengatakan karena jalur menuju Curug tersebut cukup menantang dan lumayan jauh seperti perjalanan yang dilakukan oleh sepasang kekasih sebelum hari baik menjadi sepasang pengantin itu tiba sehingga dinamakan Curug Penganten.
Untuk menuju ke lokasi curug, kalian bisa mengendarai kendaraan roda dua menuju area parkir di bawah bukit Cendana atau tepatnya di dekat area Glampingan Kalipagu. Rutenya pun tidak membingungkan, karena terdapat petunjuk jalan/arah di titik-titik tertentu seperti pertigaan atau semacamnya.
Di area parkir, kalian akan dikenakan tarif Rp. 3000 sebelum akhirnya bisa melanjutkan perjalanan menuju loket wisata Curug Jenggala. Selain berjalan kaki, kini akses menuju area loket dari tempat parkir pun sudah tersedia ojek, sehingga bisa menghemat energi bagi kalian yang memiliki uang lebih.
Tarif yang dikenakan untuk memasuki curug tersebut tergolong relatif murah, karena hanya dengan merogoh kocek senilai Rp. 15.000 kalian bisa ke beberapa curug sekaligus, seperti Curug Jenggala yang terletak paling dekat dari area loket.
Kemudian setelah berjalan sekitar kurang lebih 15-30 menit memasukki area hutan kalian akan bertemu dengan persimpangan antara Curug Mertelu ke arah kanan, lalu Curug Bengang, Curug Penganten dan Curug Rambat ke arah kiri.
Perjalanan berikutnya, untuk menuju Curug Penganten akan menempuh waktu sekitar 30-90 menit tergantung kekuatan fisik masing-masing, jaraknya sekitar lebih dari 1 kilometer dari persimpangan tersebut. Kini, akses jalan menuju curug Penganten sudah terawat dan terjaga.
Selain sudah dibuat tangga pada titik tertentu, di area sungai pun sudah dibangun jembatan untuk mempermudah akses penyeberangan. Bahkan kini tersedia toilet umum dan warung di jalur dalam hutan tersebut, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir lagi apabila persediaan air sudah habis atau tak mau buang air di alam terbuka.
Bagi kalian yang dirasa mudah buang air, sebaiknya siapkan uang receh apabila ingin menggunakan toilet umum tersebut. Meskipun tidak benar-benar mencantumkan tarif, di depan bilik toilet tersebut sudah tersedia kotak amal supaya pengguna dapat menyisihkan sedikit uang seikhlasnya sebagai timbal balik untuk pengelola.
Dengan jalurnya yang masih sangat alami, kalian tentu akan sesekali mendengar suara-suara alami penghuni hutan tersebut, seperti burung, tenggoret, monyet dan lainnya. Meskipun beberapa titik sudah dibuat tangga, tetapi apabila musim hujan jalurnya akan semakin licin sehingga pengunjung diharap berhati-hati saat melewatinya.
Jalur menuju Curug didominasi tanah menanjak sepanjang jalur, sesekali jalur juga akan terasa landai. Namun fasilitas jembatan saat ini baru dibangun di sungai terbesar yang dilewati, untuk beberapa sungai kecil kalian bisa menyeberanginya melewati bebatuan yang tertata alami di dalam sungai
Disarankan bagi pengunjung sebaiknya membawa trekking pole untuk mempermudah perjalanan diri serta menjaga keseimbangan khususnya saat turun. Setelah melewati perjalanan panjang nan melelahlan, pada akhirnya semua itu akan terbayar dengan keindahan alami yang terpampang menjulang tinggi di depan sana.
Indahnya aliran air terjun yang tampak sepasang menjadi kesan puas sendiri dibalik peluh yang sudah diciptakan. Macam-macam pose dapat ditunjukkan di depan kamera apda beberapa spot foto alami yang ada di sana, seperti di dahan pohon, di atas tebing, di area sungai, ataupun di bebatuan.
Meski begitu dibebaskan, pengunjung tetap harus berhati-hati ketika mengambil foto karena aksesnya yang licin dan curam. Hasil yang baik memang bagus, tetapi keselamatan lebih diutamakan. Batas kunjungan naik merupakan pukul 14.30, sementara batas turun kembali paling lambat pada pukul 16.00.
Maka dari itu, apabila jam sudah menunjukkan pukul 15.00 sebaiknya semua yang berada di area Curug segera turun, dan pengunjung yang masih dalam perjalanan naik tak perlu lagi dilanjutkan. Dengan keindahan alam yang masih asri, jalur trekking yang menantang tetapi aman, serta fasilitas yang kini semakin memadai, Curug Penganten menjadi destinasi wisata alam yang layak untuk dikunjungi.