PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UMP berhasil lolos sebagai penerima Program Mahasiswa Berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), sekaligus menjadi satu-satunya perwakilan dari Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Tengah yang memperoleh pendanaan pada program prestisius tersebut.
Keberhasilan ini diraih melalui perjuangan panjang dan penuh tantangan. Nailul Latifah, selaku Ketua Tim Mahasiswa Berdampak sekaligus Menteri Pemberdayaan Masyarakat di BEM KM UMP mengungkapkan bahwa proses penyusunan proposal dilakukan dalam kondisi yang sangat terbatas. Tim hanya memiliki waktu tiga hari untuk menyusun proposal, bahkan format resmi baru diterima 12 jam sebelum batas akhir pengumpulan.
“Di awal kami sempat pesimis, kami terbiasa dengan format PPK Ormawa, sementara program ini benar-benar baru. Kami bekerja lembur tanpa tidur untuk menyesuaikan dan menyempurnakan proposal,” ujar Nailul.
Namun kerja keras tersebut terbayar manis. Total jumlah pendaftar 609 prosal, UMP dinyatakan lolos pendanaan dan masuk dalam jajaran kampus terpilih di Pulau Jawa bersama UHAMKA, Undip, Untidar, Unpad dan ITS, sementara mayoritas peserta lainnya berasal dari Sumatera.
"Saya ucapakan terimakasih sebesar besarnya kepada Bapak Ns. Endiyono, S.Kep., M.Kep selaku pembimbing dan pendamping kami selama penyusunan proposal ini," tambahnya.
Menutup pernyataannya Nailul memohon doa dan dukungan dari pimpinan universitas serta sivitas akademika UMP agar tim yang akan diterjunkan ke Tapanuli Selatan dapat menjalankan amanah dengan baik.
Sementara itu, Presiden BEM KM UMP, Yoga Dwi Yuwono menjelaskan bahwa peran BEM dalam misi kemanusiaan ini tidak hanya sebatas pengiriman relawan, tetapi juga pada penguatan konsep dan kolaborasi lintas elemen mahasiswa. Melalui Kementerian Pemberdayaan Masyarakat dan Kemenko Internal, BEM mengoordinasikan berbagai potensi mahasiswa agar selaras dengan program nasional “Ormawa Berdaya.”
“Kami sangat bangga kepada kementrian pemberdayaan masyarakat karena dengan kerja tim dan kolaborasi dengan BEM Fakultas untuk mengirimkan perwakilannya berhasil lolos program yang sangat bergengsi ini,” tegas Yoga.
Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas capaian dari BEM KM UMP. Menurutnya, program mahasiswa berdampak dari Kemristekdikti adalah program sangat bergengsi.
"UMP merupakan satu satunya PTS di Jateng yang lolos program bergengsi ini, kami sangat bangga dan mengapresiasi capaian dari Tim BEM KM UMP," ungkap Prof. Dr. Jebul Suroso.
Lebih lanjut, Rektor berpesan semoga mahasiswa dapat beradaptasi dengan baik dan dapat berinovasi untuk membantu para korban bencana alam ditapanuli selatan.
Capaian ini semakin menegaskan komitmen UMP, khususnya melalui BEM KM UMP dalam mengambil peran strategis di bidang kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Keikutsertaan dalam Program Mahasiswa Berdampak bukan hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga bukti nyata kontribusi mahasiswa UMP bagi bangsa dan kemanusiaan. (Chy)