BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Warga di Gerumbul Nusapule Desa Nusadadi Kecamatan Sumpiuh beraktivitas normal, Selasa (11/11). Meski wilayah mulai tergenang banjir.
Di pagi hari, anak-anak yang masih usia sekolah dasar mengenakan seragam merah putih bersemangat jalan kaki membelah genangan air. Sepatu ditenteng.
"Air yang seharusnya mengalir ke laut selatan, malah kembali mengalir ke utara dan berkumpul di sini menjadi genangan," ujar warga Darsiyah.
Ketika berita ini ditulis, arus air dari arah selatan masih mengalir kembali ke utara. Tercatat genangan air belum ada yang masuk ke dalam rumah warga. Namun, ketinggian air di lingkungan sekitar rumah sudah ada yang mencapai panggul orang dewasa.
BACA JUGA:Banjir dan Tanah Longsor Terjang Cilacap, 239 Rumah Terendam, 41 KK Mengungsi
Kondisi tersebut juga tidak menghalangi warga untuk tetap berusaha memperoleh penghasilan. Beberapa kepala keluarga beraktivitas menderes nira pohon nipah.
"Bunga nipah belum terendam genangan, jadi kita masih bisa menderes nira," ujar Karyo.
Karyo cekatan berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya. Mendulang tetesan nira yang terkumpul sejak hari sebelumnya. Lalu, memangkas kembali tangkai bunga sebagai sumber nira dan memasang wadah penampung.
Warga di Gerumbul Nusapule berharap tidak terjadi hujan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan. Sebab, akan berdampak pada meningkatnya debit air genangan.
BACA JUGA:Dua Dusun di Wanareja Terendam Banjir Akibat Hujan dengan Intesitas Tinggi
Dikhawatirkan, bunga pohon nipah sebagai sumber penghasilan warga juga bakal terendam. Ketika, ketinggian genangan air bertambah. Saat ini, ketinggian air rata-rata sekira perut orang dewasa di area menderes.
"Tinggal sedikit lagi air masuk ke dalam rumah," sambung warga lainnya Leni.
Warga menampung air hujan untuk keperluan sehari-hari. Sedangkan kebutuhan dapur harus membeli air kemasan galon. Sebab, jaringan air bersih sekira sebulan terakhir tidak mengalir. (fij)