CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID – Kasus kehamilan risiko tinggi masih menjadi tantangan besar bagi layanan kesehatan di Kabupaten Cilacap. RSUD Cilacap sebagai rumah sakit rujukan utama terus memperkuat kesiapan tenaga medis dan fasilitas dalam menangani pasien ibu hamil dengan risiko tinggi (RISTI).
Sepanjang tahun 2025, tercatat rata-rata 240 pasien rawat jalan dan 130 pasien rawat inap per bulan dengan kategori kehamilan risiko tinggi.
Meski mengalami sedikit penurunan dibanding tahun 2024 yang mencapai 264 pasien rawat jalan dan 137 pasien rawat inap per bulan, jumlah tersebut tetap menunjukkan tingginya kebutuhan akan pelayanan maternal yang komprehensif.
Menurut Plt. Direktur RSUD Cilacap, dr. Kelly Kuswidi Yanto, sebagian besar pasien merupakan ibu hamil dengan preeklamsia, atau tekanan darah tinggi dalam masa kehamilan. Kondisi tersebut termasuk dalam kasus risiko tinggi karena dapat menyebabkan komplikasi berat bagi ibu maupun janin.
BACA JUGA:Cegah Risiko Sejak Dini, Ibu Hamil Wajib Periksa Kehamilan Minimal Enam Kali
“Ibu hamil dengan preeklamsia atau tensi tinggi masih mendominasi kasus risiko tinggi di IGD. Kondisi ini memerlukan penanganan cepat, karena biasanya sudah dilakukan tindakan oleh faskes sebelumnya dan tidak bisa ditangani oleh mereka,” jelas dr. Kelly.
Untuk mengoptimalkan pelayanan bagi ibu dan bayi dengan risiko tinggi, RSUD Cilacap memperkuat dua lini utama, yakni layanan fetomaternal dan VK IGD (Verlos Kamer) atau Instalasi Gawat Darurat khusus persalinan.
VK IGD berfungsi sebagai pusat tanggap darurat bagi ibu hamil yang datang dengan kondisi komplikasi, baik sebelum maupun saat proses persalinan. Di unit ini, tim dokter kandungan, dokter anak, bidan, dan tenaga anestesi bekerja secara terpadu selama 24 jam untuk memastikan penanganan ibu berjalan cepat dan tepat.
“Kami selalu memastikan bahwa setiap ibu hamil yang datang dalam kondisi gawat darurat langsung mendapat penanganan segera, tanpa harus menunggu lama,” ungkap dr. Kelly.
BACA JUGA:Anemia Masih Jadi Penyebab Utama Kematian Ibu Hamil di Cilacap
Saat ini, RSUD Cilacap memiliki tiga dokter spesialis kandungan, dua dokter aktif bertugas, dan satu dokter yang sedang menjalani pendidikan lanjutan di bidang fetomaternal.
Peningkatan kapasitas SDM ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang rumah sakit untuk memperkuat layanan maternal dan menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Cilacap.
“Kami sedang mempersiapkan dokter spesialis kandungan kami untuk memperdalam keahlian di bidang fetomaternal. Tujuannya agar penanganan kehamilan risiko tinggi di RSUD Cilacap bisa lebih akurat, lebih aman, dan setara dengan rumah sakit rujukan madya,” ujarnya.
Selain layanan kuratif, RSUD Cilacap juga aktif melakukan langkah promotif dan preventif dengan memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Ibu hamil diimbau untuk rutin memeriksakan kehamilannya, mengenali tanda bahaya, dan segera mencari pertolongan medis jika terjadi keluhan yang tidak biasa.
“Kematian ibu dan bayi merupakan indikator penting dalam keberhasilan pelayanan kesehatan. Karena itu, kami berkomitmen meningkatkan kualitas layanan melalui SDM yang lebih kompeten, fasilitas yang lengkap, dan sistem rujukan yang lebih cepat,” pungkas dr. Kelly. (gia)