KUALA LUMPUR- Sebagai sebuah lembaga kependidikan, Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen terus menjalin komunikasi dengan seluruh lintas elemen.
Terbaru, UMNU) Kebumen resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia di Gedung KBRI Kuala Lumpur.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Rektor UMNU Kebumen, Dr Imam Satibi MPdI dengan Duta Besar Malaysia Dato' Indera Hermono.
Rektor UMNU Kebumen, Dr Imam Satibi, menyampaikan, penandatanganan MoU pada Senin ini (13/10) tersebut menjadi tonggak strategis dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi Indonesia untuk memberikan dukungan pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.
"Pekerja migran harus dilindungi bersama keluarganya. Biaya sosial akibat migrasi tenaga kerja akan semakin berat bila anak-anak mereka tidak memperoleh pendidikan yang layak," ujar Imam Kamis (16/10).
Selama ini, sebagian tenaga pengajar di SB dipenuhi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Namun, dengan meningkatnya jumlah anak PMI, dibutuhkan tenaga pendidik yang lebih kompeten dan berkelanjutan.
Selain aspek akademik, pendidikan anak PMI juga berkaitan erat dengan perlindungan sosial serta pemenuhan hak-hak anak. Karena itu, sinergi antara KBRI, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat sangat diperlukan.
"Kami ingin memastikan bahwa anak-anak pekerja migran tetap memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan bermutu, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan," tegas Imam Satibi.(cah)