PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Seluruh armada pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Purbalingga kini sudah bisa beroperasi kembali, setelah sebelumnya satu unit sempat mogok dua bulan. Kendalanya, onderdil yang sulit ditemukan karena kendaraan keluaran lama.
"Unit Borneo tahun 2005 yang sempat rusak, justru unit tahun 1982 kondisinya lebih bagus. Tapi sekarang semua sudah bisa digunakan," ujar Kasi Damkar Purbalingga, Arif Wahyudi.
Saat ini Damkar Purbalingga memiliki tujuh unit kendaraan ditambah satu unit PTO. Unit berkapasitas 6.000 liter ditempatkan di Pos Purbalingga dengan pertimbangan akses jalan.
"Kalau di Bobotsari atau Rembang tidak memungkinkan karena medan sulit," jelasnya.
BACA JUGA:Damkar Purbalingga Usulkan Tambahan Pos Baru, Idealnya Ada 8 Pos
Minimnya anggaran membuat Damkar hanya bisa melakukan perawatan berkala. Belum ada pengadaan kendaraan baru. "Kami hanya penerima barang, bukan pengadaan. Kalau dapat tahun yang lebih muda, perawatan tidak akan sesering ini," katanya.
Selain armada, ketersediaan peralatan juga terbatas. Damkar belum memiliki mobil tangga padahal beberapa tempat, seperti gedung hotel, membutuhkan akses tangga saat terjadi kebakaran. Jika ada permintaan, Damkar harus bekerja sama dengan Dinas Perhubungan yang memiliki crane. Mobil komando juga belum tersedia.
Untuk mengatasi keterbatasan sumber air, Damkar bekerja sama dengan perusahaan besar agar menyediakan ground tank jika tidak memiliki hydrant. Air kemudian diambil menggunakan mesin PTO.
Damkar berharap ke depan bisa mendapat unit baru berkapasitas 3.000 liter. "Unit ini lebih efektif untuk pemukiman karena bisa bergerak lebih leluasa," ungkapnya.
BACA JUGA:Armada Damkar Masih Nunut Garasi BPBD
Damkar Purbalingga juga sempat mengajukan hibah kendaraan ke Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta. Meski bekas, tahun kendaraannya lebih muda dibanding milik Pemkab Purbalingga. Namun hingga kini belum ada sinyal positif. (alw)