Warga memasang papan peringatan agar mobil tidak masuk di Grumbul Legok, Desa Pekuncen. ALI IBRAHIM/RADARMAS
PEKUNCEN - Warga Grumbul Legok, Desa Pekuncen, Kecamatan Pekucen mengeluhkan proyek galian pipa PDAM di wilayahnya. Pasalnya, akibat galian tersebut diduga menyebabkan jalan mengalami amblas di beberapa bagian.
"Tanahnya disini kan berbatu, kenapa petugas saat menggali dan menutupnya kembali tidak mengembalikan batu itu lagi," terangc salah satu warga RT 03 RW 1, Ema Prihatnawati kemarin.
Dijelaskannya, perbaikan pipa tersebut dilakukan pada bulan Agustus lalu. Saat petugas menggali dan melakukan perbaikan pipa, batu-batu yang diambil dari dalam tanah tidak dikembalikan. Kondisi ini diperparah dengan lewatnya kendaraan berbeban berat.
Pantauan Radarmas, untuk menghindari kerusakan yang lebih parah, warga menutup jalan tersebut dengan memberi papan peringatan yang melarang kendaraan roda empat melintas.
Sementara itu, Kepala Sub Bagian Teknik PDAM Cabang Ajibarang, Rudito Aji mengatakan, perbaikan pipa tersebut dilakukan pihak ketiga. Namun begitu, hingga kemarin belum ada penyerahan laporan masuk terkait pekerjaan tersebut.
"Sementara penyerahan laporan pekerjaan sampai saat ini belum kami terima. Jadi memang kami terima komplain dari warga ini," jelasnya.
Dia menjelaskan, pengerjaan tersebut diakuinya belum selesai. Pasalnya, pekerjaan galian tersebut nantinya akan dievaluasi oleh PDAM pusat. "Nanti pengawas perpipaan yang akan mengevaluasi. Dan itupun setelah kami mendapat laporan pekerjaan. sampai saat ini tahapan baru pemeliharaan dan masa pemeliharaan itu hingga enam bulan," terangnya. (ali)