Gempa Magnitudo 1,7 Guncang Sesar Lembang, Potensi Risiko Masih Tinggi

Rabu 20-08-2025,17:26 WIB
Reporter : Fahazarul Hafiliyani
Editor : Puput Nursetyo

RADARBANYUMAS.CO.ID - Sesar Lembang kembali menunjukkan pergerakan dengan gempa tektonik bermagnitudo 1,7 yang mengguncang Kabupaten Bandung Barat pada siang hari. Peristiwa ini terjadi pukul 12.28 WIB, dengan pusat gempa berada sekitar 3 kilometer barat laut dari kota dan kedalaman 10 kilometer, menurut hasil pemantauan BMKG.

Catatan tersebut menambah deretan aktivitas seismik Sesar Lembang yang meningkat sejak akhir Juli 2025. Berdasarkan data BMKG, sudah ada enam kali gempa kecil yang bersumber dari pergerakan patahan, termasuk dua gempa sebelumnya dengan magnitudo 1,8 hingga 2,3.

Dampak gempa siang ini dirasakan ringan oleh masyarakat, ditandai dengan bergoyangnya lampu gantung atau benda-benda ringan di rumah. Hingga kini belum ada laporan terkait kerusakan bangunan maupun infrastruktur akibat getaran tersebut.

BMKG bersama BPBD mengingatkan masyarakat agar tetap tenang sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan. Warga juga dianjurkan hanya mengikuti informasi resmi serta memperhatikan kondisi bangunan rumah, terutama dengan memperkuat struktur agar lebih aman jika terjadi gempa lebih besar di masa depan.

BACA JUGA:UIN Saizu Diterpa Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Dosen Terhadap Mahasiswi

BACA JUGA:ShopeeVIP, Rekomendasi Belanja Praktis dengan Diskon dan Gratis Ongkir Setiap Hari

Peningkatan Aktivitas Sesar Lembang

Sejak 24 Juli 2025, aktivitas seismik di sepanjang Sesar Lembang, khususnya di segmen Cimeta bagian barat, terpantau meningkat. Data BMKG menyebutkan enam kali gempa kecil terjadi dalam kurun waktu kurang dari sebulan. Pola ini menjadi tanda adanya pelepasan energi di bawah tanah yang bisa berkembang menjadi aktivitas lebih kuat jika tidak berhenti.

Dinamika Lokal & Zona Risiko

Cimahi disebut sebagai salah satu zona merah karena lokasinya berada dekat jalur patahan yang melintas di bawah tanah lembek bekas danau purba Bandung. Kondisi tanah seperti ini cenderung memperkuat guncangan, sehingga meskipun gempa kecil sekalipun, dampak yang dirasakan masyarakat bisa lebih besar dibandingkan daerah lain. Hal ini menambah perhatian khusus pada wilayah perkotaan yang padat penduduk di sekitar Bandung Raya.

Upaya Mitigasi & Peran Masyarakat

Pihak berwenang mendorong adanya sosialisasi intensif mengenai konstruksi bangunan tahan gempa. Upaya ini penting terutama untuk kawasan rawan seperti Lembang, Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat yang berada tepat di atas jalur Sesar Lembang. Kolaborasi antara BMKG, BPBD, pemerintah daerah, dan lembaga terkait juga semakin diperkuat, baik dalam bentuk simulasi bencana maupun penyusunan strategi mitigasi terpadu.

Sesar Lembang yang kembali aktif dengan gempa bermagnitudo kecil ini menjadi peringatan dini penting bagi masyarakat Bandung Raya. Meskipun skala guncangan masih rendah dan tidak menimbulkan kerusakan, tren peningkatan aktivitas seismik memperlihatkan bahwa potensi gempa dangkal dari patahan aktif masih ada. Kesadaran masyarakat untuk waspada sekaligus siap siaga menjadi kunci mengurangi dampak risiko bencana di masa mendatang.

Tags :
Kategori :

Terkait