KEBULUSAN, PEJAGOAN – Pondasi sarang lebah yang terbuat dari lilin lebah (beeswax) dinilai penting untuk mendukung perkembangbiakan lebah. Dengan pondasi ini, lebah akan lebih cepat membangun sarang dan tidak mudah meninggalkan koloni.
Hal itu disampaikan oleh Albait Nurfaozi (37), warga RT 1 RW 1 Kebulusan, Pejagoan, yang juga pengusaha pondasi sarang lebah. Usaha tersebut ia rintis sejak masa pandemi Covid-19. Menurutnya, pondasi sarang menjadi kebutuhan utama para peternak lebah.
Pondasi sarang lebah mungkin masih asing bagi sebagian masyarakat, namun di kalangan peternak lebah, terutama jenis Apis cerana maupun Apis mellifera, komponen ini sudah menjadi hal yang lazim.
Saat ditemui, Albait mengungkapkan bahwa usahanya ini merupakan pengembangan dari usaha beternak lebah yang lebih dulu ia jalankan. Awalnya, untuk kebutuhan sendiri, ia selalu membeli pondasi sarang lebah dari pihak lain.
“Awalnya saya selalu beli, kemudian berpikir bagaimana kalau memproduksi sendiri,” katanya, Senin (11/8).
Ia menjelaskan, pondasi sarang lebah berfungsi memperkuat sarang sehingga tidak mudah rusak saat diputar menggunakan mesin pemanen madu. Pondasi ini juga dapat merangsang lebah untuk segera membuat sarang baru.
“Adanya pondasi sarang akan cepat merangsang lebah membuat sarang baru,” ujarnya.
Bahan pondasi sarang lebah adalah lilin lebah (beeswax). Proses pembuatannya diawali dengan mencairkan lilin melalui pemanasan, kemudian mencetaknya menggunakan alat khusus.
“Adanya kegiatan baru ini telah membuat peluang pekerjaan baru. Setidaknya hingga kini kami telah merekrut dua orang untuk menjadi pekerja,” jelasnya.
Albait menambahkan, ketepatan ukuran menjadi hal paling penting dalam pembuatan pondasi sarang. Jika ukurannya tidak sesuai, lebah enggan membuat sarang sehingga pemasangan pondasi akan sia-sia.
“Untuk hal itu kami telah melakukan beberapa kali percobaan dengan lebah. Hingga akhirnya berhasil yakni lebah mau membuat sarang,” ucapnya. (mam)