PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pagi itu warga Desa Danasari Kecamatan Karangjambu sedang beraktifitas normal. Ada yang berangkat sekolah, bertani di kebun dan berjualan. Tiba-tiba ada kabar salah satu wilayah di desa setempat dilanda bencana alam tanah longsor.
Warga di lokasi tanah longsor segera memberitahukan kepada pemerintah desa setempat dan berjenjang dilaporkan ke dinas terkait. Semua itu hanya kegiatan simulasi penanganan tanah longsor yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga.
Kegiatan yang digelar pada Kamis- Jumat ini diikuti semua elemen masyarakat. Pada hari pertama dilakukan pemberian materi penanganan bencana ,MFR,Radio Komunikasi, Dapur Umum,Pendirian tenda dan Gladi posko. Kegiatan melibatkan Pemerintah Kecamatan Karangjambu, Fasilitator, FPRB Desa Danasari, Pemdes, Babinsa dan Siswa SDN 1 Danasari.
"Kami memilih kegiatan di sini karena letak desa cukup jauh dari kota dan masuk kategori wilayah rawan bencana alam," kata Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga, Ir Prayitno MSi, Jumat 25 Juli 2025.
BACA JUGA:Tertimpa Tanah Longsor, Tembok dan Talud SDN 2 Danasari Rusak
Kemudian pada hari kedua ini digelar simulasi penanganan bencana longsor yang dipusatkan di lapangan desa setempat. "Adanya pelatihan ini agar masyarakat dan elemen yang ada sedini mungkin bisa meminimalkan dampak bencana. Karena jarak tim dari BPBD dan pihak terkait lain jangkauannya cukup jauh," tambahnya.
Pihaknya juga memberikan materi komunikasi radio amatir agar jangkauan bisa jauh dan tidak terkendala sinyal GSM. Lalu penanganan korban bencana dan rescue kedaruratan lainnya.
"Dari tim kami juga melatih penanganan membawa korban bencana hingga pada pertolongan darurat," katanya. (amr)