Kasus DBD di Cilacap Capai 249, Satu Orang Meninggal Dunia

Selasa 24-06-2025,11:18 WIB
Reporter : Rayka Diah Setianingrum
Editor : Susi Dwi Apriani

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Cilacap terus menunjukkan tren kenaikan. Hingga minggu kedua bulan Juni 2025, jumlah kasus DBD telah mencapai 249 kasus, dengan satu pasien dilaporkan meninggal dunia.

Sekretaris Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Cilacap, dr Ari Windy Hardhanu menyampaikan, elain DBD, total kasus Demam Dengue (DD) di Cilacap juga cukup tinggi sebanyak 911 kasus.

"Data sampai minggu kedua bulan Juni 2025 mencatat 911 kasus DD dan 249 kasus DBD. Satu kasus DBD di antaranya meninggal dunia. Ini menjadi perhatian serius," ujar dr Ari, Senin (23/6/2025).

Ia menambahkan, peningkatan kasus disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk. Genangan air di lingkungan rumah tangga masih sering ditemukan, yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

BACA JUGA:Terjadi 113 Kasus DBD di Awal 2025

"Masyarakat harus aktif melakukan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air. Ini langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran DBD," tegasnya.

Meski tindakan fogging tetap dilakukan di titik-titik tertentu, dr Ari menegaskan, fogging hanya bersifat sementara dan bukan solusi utama.

Ia juga mengimbau, warga untuk tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, mual, atau muncul bintik merah di kulit. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.

"Kami akan terus melakukan pemantauan intensif dan penyuluhan kepada masyarakat melalui puskesmas maupun kader kesehatan. Kami harap kolaborasi semua pihak dapat menekan laju kasus DBD di Cilacap," pungkas dr Ari. (ray)

Kategori :