CILACAP,RADARBANYUMAS.CO.ID - Penyebaran aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Cilacap masih belum merata. Sebagian besar ASN menumpuk di pusat pemerintahan, sementara wilayah pinggiran, terutama daerah terpencil, masih kekurangan tenaga pelayanan publik.
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman mengatakan, total 14.571 ASN yang bertugas di Cilacap, terdiri atas 8.068 PNS, 6.369 PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), dan 140 CPNS. Namun angka itu belum menjawab kebutuhan mendasar di banyak wilayah yang justru jauh dari pusat kota.
Syamsul mengatakan, ketimpangan ini tidak hanya soal lokasi geografis, tapi juga dari sisi organisasi. Mayoritas ASN terfokus pada sektor pendidikan dan kesehatan, sementara kebutuhan di sektor lain dan di daerah pelosok masih terbengkalai.
"Kami masih dihadapkan pada tantangan ketimpangan distribusi, terutama di wilayah terpencil," ungkapnya
BACA JUGA:Gelombang Tinggi Ancam Perairan Cilacap, Warga Diminta Waspada
Tidak hanya itu, keterbatasan anggaran juga jadi persoalan lain. Masih banyak tenaga honorer yang belum terserap menjadi PPPK dan masih bergantung pada anggaran daerah.
"Masalah lain adalah keterbatasan fiskal dalam penataan tenaga honorer," lanjut Syamsul.
Bupati berharap ada perhatian lebih dari pemerintah pusat. Ia juga mendorong agar Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dapat membawa aspirasi ini ke tingkat nasional.
"Mengingat banyak wilayah di Cilacap tergolong 3T, yakni terpencil, terluar, dan terisolasi. Di daerah-daerah seperti inilah, keberadaan ASN bukan sekadar formalitas, melainkan penopang utama pelayanan dasar masyarakat," kata Bupati. (ray)