Gunungan Tempe Diarak Keliling Sibalung

Jumat 18-08-2017,10:13 WIB

BANYUMAS-Dua gunungan tempe menarik perhatian masyarakat dalam acara karnaval Desa Sibalung Kecamatan Kemranjen, Kamis (17/8) kemarin. Dua jenis gunungan tempe menjadi ikon dalam karnaval. Gunungan tempe lontrong terbuat dari tempe sepanjang 250 meter. Sedangkan gunungan mendoan sebanyak 600 lembar. Dua gunungan tempe diarak mengelilingi Desa Sibalung. DIARAK : Dua gunungan tempe diarak keliling Desa Sibalung dalam karnaval yang digelar untuk memeriahkan HUT Ke-72 Republik Indonesia. (FIJRI/RADAR BANYUMAS) "Bahan baku dari dua kuintal kedelai, plastik pembungkus tempe satu kilogram," ujarr Ketua Kelompok Pengrajin Tempe Kedelai Berkah Abadi Desa Sibalung, Sugiman. Proses pembuatan tempe dilakukan selama tiga hari, mulai dari perebusan hingga pembungkusan dan membuat gunungan. Pengerjaan tempe oleh kelompok perajin tempe tersebut melibatkan 24 orang. "Gunungan tempe lontrong dan mendoan berukuran sama, yakni diameter 2 meter dan tinggi 2,5 meter," papar Sugiman. Gunungan tempe berada di baris paling depan dalam karnaval. Setelah diarak, gunungan tempe lontrong dipotong secara simbolis oleh perwakilan perangkat Desa Sibalung. Kemudian tempe lontrong dibagikan kepada seluruh masyarakat yang datang ke lapangan Desa Sibalung untuk menyaksikan karnaval. Sedangkan tempe mendoan dibagikan dalam bentuk lembaran kepada masyarakat. Rata-rata penonton memperoleh dua lembar tempe mendoan. Desa Sibalung merupakan sentra produksi tempe. Produk tempe sebagai salah satu potensi yang diperhitungkan di Desa Sibalung. Pembuatan tempe raksasa ini sudah kali kedua dalam momen peringatan hari kemerdekaan. (fij/din)

Tags :
Kategori :

Terkait