“Stunting tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik dan otak anak, tetapi juga berdampak pada prestasi belajar, meningkatkan risiko obesitas, serta rentan terhadap penyakit tidak menular di kemudian hari,” jelas Iwan.
Ia menambahkan, berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional mencapai 19,8%, Jawa Tengah sebesar 17,1%, sedangkan di Kabupaten Kebumen sebesar 9,17%, berdasarkan data dari aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat. (fur)