BACA JUGA:Mengulas Keunggulan Neta V 2025, Mobil Listrik dengan Performa Optimal dan Harga Terjangkau
BACA JUGA:Temukan Mobil Listrik Wuling di Dealer Resmi Bandung, Pilihan Cerdas dan Ramah Lingkungan
Sistem pendingin baterai mobil listrik bekerja untuk menjaga suhu baterai agar tetap optimal saat pengisian daya atau berkendara.
Bila sistem pendingin ini kotor atau terganggu, suhu baterai bisa tidak terkontrol, yang dapat mengurangi efisiensi dan umur baterai.
Cara merawatnya:
- Periksa sistem pendingin secara berkala, terutama jika mobilmu sudah cukup lama digunakan.
- Pastikan ventilasi dan saluran pendingin tidak terhalang kotoran atau debu yang bisa mengurangi kinerjanya.
Periksa Kondisi Rem Secara Berkala
BACA JUGA:Denza D9 Jadi Mobil Listrik Terlaris Maret 2025: Ini Spesifikasi, Harga, dan Fitur Unggulannya
BACA JUGA:Hyundai Ioniq 5: Mobil Listrik Futuristik yang Siap Dimodifikasi
Pada mobil listrik, pengereman regeneratif menjadi fitur penting yang dapat mengurangi penggunaan rem konvensional dan memperpanjang umur komponen rem.
Namun, meski tidak sering digunakan, rem tetap perlu pemeriksaan berkala untuk memastikan tidak ada kerusakan atau keausan yang berlebihan.
Cara merawatnya:
- Periksa cakram dan kampas rem secara rutin, meskipun penggunaan rem regeneratif lebih banyak daripada rem tradisional.
- Gantilah komponen rem sesuai dengan pedoman pemeliharaan pabrikan, dan pastikan sistem pengereman bekerja dengan baik.
5. Cek Sistem Elektronik Secara Berkala
BACA JUGA:Rahasia Merawat Mobil Listrik agar Tahan Lama dan Nyaman Digunakan
BACA JUGA:Harga dan Fitur Wuling Binguo EV 2025, Mobil Listrik Stylish dengan Jarak Tempuh 410 Km
Mobil listrik sangat bergantung pada sistem elektronik untuk mengatur berbagai fungsi, termasuk pengisian daya, penggerak roda, hingga kontrol suhu. Oleh karena itu, kerusakan pada komponen elektronik bisa menyebabkan kerusakan pada mobil secara keseluruhan.
Cara merawatnya:
- Lakukan pemeriksaan sistem elektronik mobil secara berkala di bengkel resmi atau bengkel terpercaya.
- Jangan abaikan indikator atau peringatan yang muncul di panel mobil, karena bisa jadi itu menandakan masalah pada sistem elektronik.
Jaga Kecepatan dan Gaya Mengemudi
Gaya mengemudi yang agresif atau kecepatan yang terlalu tinggi tidak hanya berisiko terhadap keselamatan, tetapi juga dapat memengaruhi kinerja mobil listrik, terutama pada daya baterai dan sistem pengereman.
BACA JUGA:Geely EX5 2025 : SUV Listrik Mewah Harga Rp400 Jutaan, Benarkah Setara dengan Mobil Listrik Premium?