Ruben Amorim mencoba mengganti dinamika permainan dengan memasukkan Bruno Fernandes, Mason Mount, dan Diogo Dalot. Trio ini menggantikan Patrick Dorgu, Manuel Ugarte, dan Kobbie Mainoo.
Masuknya para pemain baru sempat membuat MU mendominasi lebih jauh. Wolves terpaksa bertahan rapat di daerah mereka sendiri.
Namun petaka datang di menit ke-77 saat Wolves mendapatkan tendangan bebas dari sisi kanan. Pablo Sarabia mengeksekusinya dengan luar biasa, mengirim bola melengkung ke sudut atas gawang Onana.
BACA JUGA:Ditinggal Nobar Sepakbola, Rumah Warga Panican Terbakar
BACA JUGA:Terungkap! Inilah 5 Daftar Menu Latihan Sepakbola Cristiano Ronaldo
Gol itu menjadi satu-satunya di pertandingan dan cukup untuk membuat MU terkapar di kandang sendiri. Meski berusaha menyamakan kedudukan, pertahanan Wolves terlalu disiplin untuk ditembus.
Pemain Muda Curi Perhatian
Tyler Fredricson yang menjalani debut tampil cukup solid di lini belakang. Meski minim pengalaman, ia mampu menunjukkan ketenangan dan ketelitian dalam membaca permainan.
Harry Amass juga menonjol di sisi sayap dengan pergerakan eksplosif dan umpan silang berbahaya. Ia beberapa kali merepotkan barisan bek Wolves dan menunjukkan potensi besar.
BACA JUGA:Land Of Goals: Game Sepakbola Terbaru Resmi Dari La Liga!
BACA JUGA:Calon Pemain Sepakbola Peraih Sepatu Emas di 2023/2024!
Sementara itu, Kobbie Mainoo tampil lebih baik di babak kedua setelah kurang menonjol di 45 menit pertama. Ia mulai berani menusuk ke area pertahanan lawan.
Namun, semua itu belum cukup untuk menghindarkan MU dari kekalahan. Minimnya efektivitas di lini depan menjadi sorotan utama.
Kinerja Rasmus Hojlund Kembali Disorot
Penyerang muda MU, Rasmus Hojlund, kembali tampil mengecewakan. Ia gagal memanfaatkan beberapa peluang emas yang didapat sepanjang laga.
BACA JUGA:Berbagai Fakta Menarik Piala Dunia U-17 di Indonesia, Sejarah Kebangkitan Sepakbola Indonesia
BACA JUGA:Kalah dari Kudus 1-3 di Porprov Jateng 2023, Tim Sepakbola Cilacap Raih Medali Perak
Para pendukung di stadion terlihat frustrasi dengan penampilannya yang semakin menurun. Sorotan keras pun mengarah kepadanya, terutama karena Chido Obi tampil lebih tajam dalam waktu bermain yang lebih singkat.