Pada perdagangan Selasa pagi, IHSG langsung dibuka melemah 596,33 poin atau sekitar 9,16 persen. Indeks mendarat di posisi 5.914,28 yang jadi angka mengejutkan pelaku pasar.
BACA JUGA:UMP Launching Buku
Penurunan tajam ini memicu pemberlakuan trading halt selama 30 menit. Bursa Efek Indonesia harus menghentikan sementara transaksi demi stabilisasi pasar.
Saat perdagangan sore ditutup, IHSG masih berada di zona merah dengan pelemahan 7,90 persen. Penutupan di angka 5.996,14 menjadi catatan yang cukup dalam.
Net Sell Asing Meningkat Tajam
BNI Sekuritas mencatat penjualan bersih oleh investor asing mencapai Rp3,69 triliun. Saham-saham besar seperti BMRI, BBRI, BBCA, UNTR, dan ADRO jadi yang paling banyak dilepas.
BACA JUGA:Manfaatkan Pemutihan Denda Pajak, Wajib Pajak Membeludak di Samsat Purbalingga
BACA JUGA:Iuran BPJS Kesehatan Kelas 1, 2, 3 Resmi Berubah, Ini Rinciannya
Pelepasan besar-besaran ini memperkuat tekanan terhadap indeks harga saham gabungan. Investor asing terlihat sangat berhati-hati terhadap ketidakpastian global.
Wall Street Ikut Terkoreksi
Kondisi serupa terjadi di bursa saham Amerika Serikat. Indeks Dow Jones turun 0,84 persen karena investor gelisah menghadapi tenggat tarif baru dari Presiden Trump.
Saham Apple jadi pemimpin penurunan karena biaya produksi iPhone dikhawatirkan melonjak. Selain itu, S&P 500 turun 1,57 persen dan Nasdaq melemah hingga 2,15 persen.
BACA JUGA:Transfez, Aplikasi Transfer Uang Internasional Terbaik untuk Semua Kebutuhanmu
BACA JUGA:Polemik PT CSA, Bupati Cilacap: Sudah Lapor Gubernur dan Minta Hormati Proses Hukum
Trump sempat memberi angin segar lewat unggahan di Truth Social tentang pembicaraan dengan Presiden Korea Selatan. Namun, euforia itu cepat hilang karena kekhawatiran kembali menyeruak.
Tarif kumulatif terhadap produk asal China akan naik hingga 104 persen. Ini di luar tarif dasar 10 persen yang sudah lebih dulu diberlakukan.
Pasar Asia Bereaksi Campur Aduk
Bursa Asia menunjukkan respons beragam terhadap kondisi global. Nikkei 225 dan Topix dari Jepang masing-masing naik lebih dari 6 persen.