Warga Gerumbul Nusapule Alami Krisis Air Sepanjang Tahun

Jumat 13-12-2024,16:18 WIB
Reporter : Fijri Rahmawati
Editor : Susi Dwi Apriani

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Krisis air bersih melanda sepanjang tahun di Gerumbul Nusapule Desa Nusadadi Kecamatan Sumpiuh. Tercatat akumulasi dalam sebulan, warga menghabiskan uang minimal Rp 2,7 juta untuk membeli air galon.

Berdasarkan hasil musyawarah dengan warga yaitu ujicoba droping air bersih selama satu tahun ke depan. Solusi untuk mengatasi persolaan krisis serta menekan pengeluaran biaya rumah tangga sekaligus sanitasi.

"Kebutuhan air bersih 15 KK di Gerumbul Nusapule sebanyak seribu liter untuk seminggu. Kita droping dari sumur air dalam tiap bulan empat kali," jelas Camat Sumpiuh Ahmad Suryanto, Jumat (13/12/2024).

Untuk memastikan higienitas pasokan air bersih ke warga, Ahmad menuturkan, koordinasi dengan puskesmas untuk pemantauan. Sehingga, air yang dikonsumsi terjamin kesehatannya.

BACA JUGA:Air Sumur Asin Terdampak Musim Kemarau, Warga di Gerumbul Nusapule Mengangsu Ambil Air ke Gerumbul Karet

BACA JUGA:Terdampak Genangan, Warga Gerumbul Nusapule Minta Pasokan Air Bersih Ditunda

Sedangkan biaya operasional untuk droping air bersih yang diagendakan selama setahun bersumber dari para donatur. Upaya untuk membantu warga di Gerumbul Nusapule yang diterpa krisis air bersih.

"Air adalah sumber kehidupan. Apalagi air untuk diminum, harus higienis dan sehat," sambung Ahmad.

Krisis air bersih sepanjang tahun di Gerumbul Nusapule lantaran merupakan wilayah depresi kontinental. Di musim penghujan langganan tergenang air hingga berhari-hari.

Sementara itu di musim kemarau air sumur warga payau. Air semakin terasa asin ketika puncak kemarau. Sehingga tidak dapat dikonsumsi. (fij)

Kategori :