[caption id="attachment_93985" align="aligncenter" width="500"] Ilustrasi[/caption] BANYUMAS-Volume sampah yang ada di wilayah Wangon, terus mengalami peningkatan, tetapi tidak diimbangi dengan keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Sebab beberapa kali pindah TPS, selalu mendapat penolakan berbagai pihak, terutama warga. Hal itu membuat Unit Kebersihan dan Pertamanan (UKP) Ajibarang yang membawahi wilayah Wangon mengaku bingung dengan tidak adanya TPS di Wangon. Kepala UKP Ajibarang, Catur Hari Susilo ST mengatakan, TPS di wilayah Kota Wangon sudah pindah tempat sampai empat kali. Pertama di wilayah luar terminal Wangon, pindah ke dalam pasar, pindah lagi di dekat perempatan Wangon, di tanah eks Kantor Kecamatan sampai kembali lagi ke terminal. "Di terminal Wangon ini juga mendapat kendala, karena pengelola terminal meminta sampah dari warga tidak masuk ke TPS terminal. Terus kami harus kemana lagi untuk menampung sampah yang setiap hari mencapai 80 kubik,"jelas Catur, Rabu (6/1). Menurut dia, sesuai manajemen pengelolaan sampah, sampah yang berada di jalan protokol disapu. Sampah rumah tangga juga diambil, kemudian ditampung di TPS. Selanjutnya, sampah yang sudah ditampung baru di bawa ke Tempat Pembuangan Sampah Akihir atau TPA. "Jika tidak ada TPS bagaimana sampah akan ditampung?. Padahal sesuai dengan manajemen pengelolaan sampah, sebelum sampah diangkut harus ditampung dulu di TPS. Di Wangon malah kami bingung mencari TPS karena selalu mendapat penolakan,"ungkapnya. Menurutnya, penolakan justru lebih banyak datang dari warga. Dia mencontohkan TPS yang pernah dibuat di lahan eks kantor Kecamatan Wangon. Warga sekitar lahan eks kecamatan menolak keberadaan TPS. "Jika sudah seperti itu (ada penolakan) sampah akan ditampung dimana? Nanti kalau sampah berserakan karena tidak ditampung dipastikan warga akan kembali mengeluhkan keberadaan sampah tersebut. Serba bingung akhirnya,"ujar Catur. Dia berharap warga bisa mencarikan TPS yang representatif. Tidak mengganggu masyarakat dan tidak terlalu jauh atau lebih mudah dijangkau. "Idealnya, satu desa satu TPS. Kami berharap warga yang mencari sendiri lahannya, kalau kami yang mencarai ujung-ujungnya ada penolakan walauapaun sudah melalui sosialisasi,"harapnya. Salah satu warga Wangon, Susanto (30) berharap, dengan kemajuan kota Wangon ada TPS yang memadai supaya masalah sampah yang ada bisa segera diatasi. "Semoga permasalahan sampah segera diselesaikan bersama antara warga dan dinas terkait supaya sampah warga tidak terlantar,"ujarnya. (gus)
Tak Ada TPS, Sampah Menggunung
Kamis 07-01-2016,09:53 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 28-07-2026,16:55 WIB
Pansus Minta Verifikasi Hingga Tingkat RT, Banyumas Dorong Satu Data Bansos
Selasa 28-07-2026,16:47 WIB
Rusak dan Berlubang, Ruas Jalan Tembus Karangsentul Purbalingga Segera Diperbaiki
Selasa 28-07-2026,16:18 WIB
Sisa Bara Api Picu Kebakaran Bengkel di Bantarsari Cilacap
Selasa 28-07-2026,17:10 WIB
Empat Pondok Pesantren di Purbalingga Terima Bantuan Sanitasi Rp250 Juta per Lembaga
Selasa 28-07-2026,16:04 WIB
RKB MAN 2 Banyumas Dikebut, Target Awal Oktober Sudah Dipakai Belajar
Terkini
Rabu 29-07-2026,15:18 WIB
Mantan Pimpinan BPR BKK Mandiraja Ditahan, Diduga Terlibat Korupsi Rp 6,688 Miliar
Rabu 29-07-2026,13:46 WIB
Permudah Layanan, Dinpendukcapil Purbalingga Siapkan Aplikasi Adminduk Online Diluncurkan Agustus 2026
Rabu 29-07-2026,12:40 WIB
Kementan Gelontorkan Rp 7,7 Miliar, DPPP Purbalingga Kebut Optimalisasi 1.600 Hektare Lahan Pertanian
Rabu 29-07-2026,11:37 WIB
16 Desa di 8 Kecamatan Purbalingga Alami Kesulitan Air Bersih, BPBD Terus Salurkan Bantuan
Rabu 29-07-2026,10:48 WIB