Dengan memastikan kondisi belt CVT dalam keadaan optimal, kalian bisa menjaga stabilitas dan performa CVT motor matic setelah proses upgrade.
3. Adjustment Tensioner
Sesudah melakukan upgrade pada CVT motor matic, penting untuk memeriksa dan menyesuaikan tegangan tensioner dengan benar.
Tensioner yang tidak diatur dengan tepat bisa menyebabkan CVT tidak stabil dan bergetar. Pastikan untuk mengikuti rekomendasi pabrik atau konsultasikan dengan mekanik yang berpengalaman untuk memastikan tegangan tensioner sesuai dengan spesifikasi roller yang digunakan.
Dengan melakukan adjustment tensioner secara tepat, kalian bisa mengoptimalkan performa CVT motor matic setelah upgrade tanpa mengalami masalah bergetar.
BACA JUGA:4 Kekurangan Motor Matic Yamaha Freego yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli
4. Gunakan Oli CVT yang Tepat
Pemilihan oli CVT yang tepat merupakan langkah penting dalam menjaga kinerja stabil CVT motor matic setelah proses upgrade.
Pastikan untuk menggunakan oli yang direkomendasikan oleh produsen motor atau yang sesuai dengan spesifikasi upgrade yang dilakukan.
Oli yang tidak sesuai viskositasnya dapat menyebabkan gesekan berlebihan yang pada akhirnya menyebabkan CVT bergetar.
Konsultasikan dengan mekanik atau bengkel terpercaya untuk memastikan kalian. menggunakan oli CVT yang tepat untuk motor matic setelah melakukan upgrade.
Dengan menggunakan oli CVT yang sesuai, kalian bisa mengoptimalkan performa dan menjaga stabilitas CVT motor matic.
5. Cek Kondisi Driven Pulley dan Drive Pulley
Setelah melakukan upgrade pada CVT motor matic, sangat penting untuk secara berkala memeriksa kondisi driven pulley dan drive pulley.
Pastikan kedua pulley ini dalam keadaan bersih dan bebas dari kotoran atau kerak yang bisa menyebabkan ketidakseimbangan dan mengakibatkan CVT bergetar.