Wajib Tau! 7 Penyebab Kerusakan pada Sensor Motor Matic

Jumat 14-06-2024,05:04 WIB
Reporter : Aditya Kurniawan
Editor : Ali Ibrahim

RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Penyebab kerusakan pada sensor motor matic, menjadi perhatian yang harus diwaspadai oleh pemilik motor matic.

Sensor pada motor matic bagaikan mata dan telinga bagi Electronic Control Unit (ECU), unit kontrol elektronik yang mengatur performa mesin. Sensor-sensor ini bertugas mengumpulkan berbagai data penting mengenai kondisi mesin, seperti suhu, tekanan udara, dan jumlah bahan bakar yang masuk.

Data-data tersebut kemudian dianalisa oleh ECU untuk menentukan pengaturan optimal bagi mesin, agar bekerja efisien dan bertenaga.



Namun layaknya komponen mesin lainnya, sensor pada motor matic juga rentan mengalami kerusakan. Kerusakan pada sensor dapat menyebabkan berbagai masalah, yang dapat mengganggu kenyamanan berkendara.

BACA JUGA:5 Dampak Buruk Menggunakan Kampas Ganda Motor Matic yang Sudah Habis

BACA JUGA:Cara yang Benar Saat Mengerem Menggunakan Motor Matic

Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai penyebab kerusakan pada sensor motor matic. Sehingga performa motor matic Anda akan lebih terjaga.

7 Penyebab Kerusakan pada Sensor Motor Matic

Berikut ini beberapa penyebab kerusakan pada sensor motor matic, yang perlu Anda waspadai:

1. Filter Udara Kotor

Filter udara yang tersumbat oleh debu dan kotoran dapat menghambat aliran udara bersih ke ruang bakar. Akibatnya, campuran udara dan bahan bakar menjadi tidak optimal.

Hal ini dapat menyebabkan sensor oksigen (O2) membaca data yang tidak akurat. Sensor O2 bertugas mendeteksi kandungan oksigen pada gas buang, yang menjadi dasar bagi ECU untuk mengatur jumlah bahan bakar yang diinjeksikan.

BACA JUGA:9 Arti Lampu Indikator Motor Matic Honda Stylo 160

BACA JUGA:WOW KEREN!! Fitur canggih didalam motor matic Yamaha All New NMAX 2024

Dengan data yang tidak akurat ECU akan memberikan perintah yang salah kepada injector, sehingga campuran udara dan bahan bakar menjadi tidak tepat. Akibatnya mesin menjadi brebet, tenaga menurun, dan bahkan mogok.

2. Busi Rusak

Busi yang aus atau rusak, dapat menyebabkan percikan api yang tidak sempurna pada ruang bakar. Hal ini dapat mengganggu kerja sensor NOx yang bertugas mendeteksi emisi gas buang, terutama kandungan nitrogen oksida (NOx).

Sensor NOx yang tidak mendapatkan data yang akurat, akan memberikan sinyal yang salah kepada ECU. Akibatnya, ECU tidak dapat mengatur campuran udara dan bahan bakar dengan tepat.

Hal ini dapat menyebabkan mesin motor matic menjadi boros bahan bakar, gas buang beracun, dan performa mesin menurun.

3. Filter Bahan Bakar Kotor

Filter bahan bakar yang kotor dapat menyumbat aliran bahan bakar ke injector. Hal ini dapat menyebabkan sensor tekanan bahan bakar (TPS), membaca data yang tidak akurat.

BACA JUGA:Hal-hal yang Disukai dari Motor Matic PCX 150

BACA JUGA:5 Cara Merawat Aki Motor Matic Agar Awet

Sensor TPS bertugas mendeteksi tekanan bahan bakar yang masuk ke mesin. Dengan data yang tidak akurat, ECU tidak dapat memberikan perintah yang tepat kepada injector untuk menyemprotkan bahan bakar.

Hal ini dapat menyebabkan beberapa rasa kurang nyaman saat berkendara, seperti mesin menjadi tersendat, brebet, dan bahkan mogok.

4. Sensor Throttle Position Sensor (TPS) Rusak

Sensor Throttle Position Sensor (TPS), bertugas mendeteksi posisi katup throttle (gas) dan mengirimkan data tersebut ke ECU. Data ini digunakan oleh ECU, untuk mengatur jumlah udara yang masuk ke ruang bakar.

Kerusakan pada sensor TPS dapat menyebabkan ECU tidak mendapatkan data yang akurat, sehingga ECU tidak dapat mengatur campuran udara dan bahan bakar dengan tepat. Akibatnya, mesin menjadi brebet, gas tidak stabil, dan bahkan mogok.

5. Sensor Idle Air Control (IAC) Rusak

Sensor Idle Air Control (IAC), bertugas mengatur jumlah udara yang masuk ke ruang bakar saat mesin idle (kondisi stasioner). Kerusakan pada sensor IAC dapat menyebabkan ECU tidak mendapatkan data yang akurat, sehingga ECU tidak dapat mengatur jumlah udara idle dengan tepat.

BACA JUGA:Catat! Beginilah Cara Mengatasi Bearing Roda Motor Matic Cepat Aus

BACA JUGA:Awasss! Penyebab Bearing Roda Motor Matic Cepat Aus

Akibatnya mesin menjadi brebet saat idle, asap knalpot berwarna hitam pekat (tanda pembakaran tidak sempurna), dan boros bahan bakar.

6. Sensor Coolant Temperature (CTS) Rusak

Sensor Coolant Temperature (CTS), bertugas mendeteksi temperatur mesin dan mengirimkan data tersebut ke ECU. Data ini digunakan oleh ECU untuk mengatur berbagai fungsi mesin, seperti campuran udara dan bahan bakar, waktu pengapian, dan kipas pendingin.

Kerusakan pada sensor CTS dapat menyebabkan ECU tidak mendapatkan data yang akurat, sehingga ECU tidak dapat mengatur fungsi mesin dengan tepat. Akibatnya, mesin menjadi overheating (kepanasan), performa mesin menurun, dan boros bahan bakar.

7. Koil Pengapian Rusak

Koil pengapian bertugas menghasilkan percikan api pada busi. Kerusakan pada koil pengapian, dapat menyebabkan percikan api yang tidak sempurna pada salah satu atau beberapa silinder.

BACA JUGA:7 Tips Perawatan Motor Matic untuk Menjaga Performa Optimal

BACA JUGA:Motor Matic Yamaha Mio Gravis Telah Hadir, Simak Keunggulannya !

Hal ini dapat mengganggu kerja sensor O2 dan sensor NOx. Sehingga ECU tidak dapat memberikan perintah yang tepat kepada injector dan mesin menjadi brebet, gas tidak stabil, dan bahkan mogok.

Memahami penyebab kerusakan pada sensor motor matic, menjadikan Anda pengguna motor yang cerdas dan waspada. Oleh karena itu, penting untuk selalu memperhatikan kondisi sensor dan melakukan perawatan secara berkala.  (akr)

Kategori :