Kotoran atau partikel logam bisa masuk ke dalam sistem transmisi melalui berbagai cara, seperti keausan komponen internal atau kebocoran pada segel-segel.
Ketika oli terkontaminasi, warnanya bisa berubah menjadi lebih keabu-abuan atau bahkan hitam.
Kontaminasi dapat merusak sistem transmisi dan menyebabkan gesekan yang lebih besar antara komponen, sehingga penting untuk memeriksa secara teratur dan mengganti oli transmisi jika diperlukan untuk menjaga kinerja dan umur pakai motor matic.
3. Kebocoran
Kebocoran dalam sistem transmisi motor matic dapat menjadi penyebab perubahan warna pada oli transmisi.
Ketika terjadi kebocoran, oli transmisi bisa tercampur dengan air atau cairan lainnya yang masuk ke dalam sistem.
Ini dapat mengubah warna oli menjadi lebih terang atau susu, tergantung pada jenis cairan yang masuk.
Selain itu, kebocoran juga bisa mengakibatkan berkurangnya jumlah oli dalam sistem, yang dapat menyebabkan peningkatan gesekan dan panas di dalam transmisi.
Oleh karena itu, penting untuk memeriksa secara teratur adanya kebocoran dan memperbaikinya segera untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada sistem transmisi motor matic.
BACA JUGA:8 Keunggulan Motor Matic Honda PCX dengan Kecanggihan dan Pesona yang Tak Tertandingi
BACA JUGA:7 Penyebab Motor Matic Bunyi Brebet dan Cara Mengatasinya
4. Umur Pakai
Umur pakai oli transmisi motor matic juga dapat menjadi penyebab perubahan warna.
Seiring berjalannya waktu dan penggunaan motor, oli transmisi akan mengalami pemakaian dan paparan panas yang terus-menerus.
Akumulasi kotoran dan oksidasi dari penggunaan yang berkepanjangan dapat mengubah warna oli dari jernih menjadi lebih gelap atau kecoklatan.
Oleh karena itu, penggantian oli secara teratur sesuai dengan rekomendasi pabrikan sangat penting untuk menjaga kinerja dan umur pakai sistem transmisi motor matic serta mencegah masalah yang lebih serius di masa mendatang.