3. Mengenang Asal-Usul dan Identitas Daerah
Mudik juga menjadi pengingat akan asal-usul dan identitas daerah. Melalui perjalanan mudik, masyarakat dapat mengenang dan memelihara tradisi serta kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
4. Terapi Psikologis dan Berwisata
Selain itu, mudik juga menjadi momen terapi psikologis bagi banyak orang. Memanfaatkan libur hari besar seperti Lebaran untuk melakukan perjalanan dan berwisata di kampung halaman memberikan kesegaran jiwa dan pikiran.
Tradisi mudik Lebaran tidak hanya sekadar perjalanan, tetapi juga sebuah perjalanan spiritual dan emosional yang menghubungkan manusia dengan akar budaya dan nilai-nilai kebersamaan. (wan)