Pernyataan Ketua DPRD Banyumas Buat Mahasiswa Geleng-Geleng Kepala
Ketua DPRD Banyumas saat menemui massa aksi.--
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID- Ketua DPRD Banyumas, dr Budhi Setiawan, didampingi wakil ketua DPRD, Supangkat dan Budiono menemui massa aksi UU Ciptaker di Alun-Alun Purwokerto, Senin (10/4) menjelang magrib.
Melalui pengamanan petugas Polri dan TNI, mediasi berlangsung dengan lancar, walaupun hasilnya tidak membuat massa aksi itu puas dengan keputusan yang disampaikan oleh DPRD.
Ketua DPRD Banyumas, dr Budhi Setiawan menyampaikan, jika pihaknya tidak bersedia untuk menandatangani tuntutan mahasiswa itu.
"Kalian pun harus menghargai kami, jika kami dipaksa untuk menandatangani kami keberatan," katanya.
DPRD tidak bersedia menandatangi tuntutan itu dengan alasan bahwa pihaknya ialah partai pendukung Pemerintah.
"Statement kami jelas, kami tidak akan menandatangani, kami dari partai pendukung pemerintah, kami datang dari partai. Tetapi kami siap menyampaikan ini ke jakarta atau kami siap diskusi," jelasnya.
Pernyataan ini lantas membuat mahasiswa geleng-geleng kepala, lalu sebagian mahasiswa berteriak jika DPR bukanlah perwakilan rakyat tetapi perwakilan partai.
"Ini ada tuntutan bapak, mohon maaf banget, bapak ini mewakili rakyat atau mewakili partai," ungkap Rafid Maulana, Korlap Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah saat mediasi.
Pihaknya lalu menantang, DPRD untuk membuat pernyataan sikap tidak setuju terkait hal itu.
"Kita tenang kita duduk disini, kita sudah laksanakan semua, jadi bagaimana kalau bapak ini membuat pernyataan sikap tidak siap didalam, titik temunya seperti itu," sambungnya.
Namun karena DPRD tidak bersedia untuk hal itu, Rafid lalu kembali menegaskan, jika pihaknya tidak akan bubar sebelum jam 8.
"Pilih yang mana, berani kita. Sampai jam 8 pun tidak ada masalah kami disini," tegasnya.
Dan setelah tidak ada titik temu itu antara mediasi itu, Ketua DPRD pun bersama wakilnya meninggalkan lokasi aksi. (win)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
