Kenalkan Cairan Probiotik Ke Penyuluh Pertanian
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas memberikan pembinaan kepada 27 penyuluh pertanian
PURWOKERTO- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas memberikan pembinaan kepada 27 penyuluh pertanian mengenai penggunaan cairan probiotik. Para penyuluh diharapkan dapat ikut mengelola sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos.
"Kemarin hari Jumat kita aplikasikan cairan probiotik di Hanggar Ajibarang. Pembinaan ini dilakukan untuk membuktikan bahwa dengan cairan probiotik pembusukan menjadi lebih cepat," kata Ngadimin, Kabid Kebersihan DLH kabupaten Banyumas.
Ngadimin menyebutkan bahwa sampah organik mendominasi sampah yang ada setiap harinya. Ini tentu menjadi potensi jika dapat dikelola dengan benar.
"Hampir 55% sampah yang ada itu sampah organik. Jika dikelola dengan maksimal tentu akan sangat bermanfaat," imbuhnya.
Selanjutnya pihaknya saat ini telah mencoba dua jenis merek cairan serupa. Keduanya mempunyai nilai tambah masing-masing.
"Kalau yang Beka membuat sampah menjadi tidak bau sama sekali. Cairan probiotik kelebihannya dapat membuahkan sampah organik lebih cepat," ungkapnya.
Lebih lanjut pihaknya belum dapat memastikan apakah penggunaan cairan probiotik akan diperbanyak atau tidak. Meskipun sudah ada beberapa daerah yang menggunakan cairan tersebut seperti Tuban, Lamongan, dan Bekasi. Namun jika melihat hasilnya pihaknya lebih condong kepada cairan probiotik.
"Kami akan cek terlebih dahulu terkait merek dan perizinan dari cairan probiotik tersebut. Karena jika kami melakukan pengadaan barang tersebut harus legal secara perizinan," pungkasnya. (aam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
