Banner Honda

Lebih dari 70 Persen Wilayah Rawan Bencana, Banjarnegara Siaga Hadapi Puncak Musim Hujan

Lebih dari 70 Persen Wilayah Rawan Bencana, Banjarnegara Siaga Hadapi Puncak Musim Hujan

Bupati Banjarnegara memimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi.-PUJUD/RADARMAS-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Kejadian bencana tercatat di Kabupaten Banjarnegara pada awal musim hujan.

Meski curah hujan masih dalam kategori normal, potensi longsor dan tanah bergerak dinilai cukup tinggi, terutama di wilayah perbukitan yang mendominasi daerah tersebut.

Ancaman bencana diperkirakan meningkat dalam beberapa bulan ke depan.

BMKG memprediksi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi berpotensi terjadi pada Desember 2026 hingga Januari 2027, dengan puncak musim hujan berlangsung pada Januari-Maret 2027.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aji Piluroso mengatakan, tujuh kejadian bencana yang terjadi pada awal musim hujan menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Jangan sampai masyarakat menganggap remeh gejala awal seperti retakan tanah atau gunturan yang sering kali dianggap biasa sebelum akhirnya terjadi longsor. Kami berharap masyarakat tetap tenang namun senantiasa waspada,” kata Aji.

Ia meminta warga yang tinggal di kawasan rawan bencana segera melakukan evakuasi mandiri apabila hujan lebat berlangsung dengan intensitas tinggi dan durasi cukup lama.

BACA JUGA:Hujan Deras Picu Longsor dan Tanah Bergerak di Banjarnegara, Kerugian Capai Rp70 Juta

BPBD bersama sejumlah instansi juga terus melakukan mitigasi untuk mengurangi risiko bencana.

Upaya tersebut meliputi penutupan rekahan tanah, pembersihan saluran air, serta penanaman pohon untuk jangka panjang.

Selain itu, koordinasi dilakukan dengan DPUPR dan DPKLH guna mengantisipasi potensi pohon tumbang akibat angin kencang.

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengatakan, kesiapsiagaan perlu diperkuat karena sebagian besar wilayah Banjarnegara memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

Lebih dari 70 persen wilayah Banjarnegara masuk kategori rawan bencana.

Kondisi geografis yang didominasi perbukitan membuat daerah ini rentan terhadap longsor dan pergerakan tanah, terutama setelah melewati kemarau panjang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: