Banner Honda

94.559 KK Terdaftar Perlinsos Purbalingga, Pendamping PKH Sumbang Lebih dari 47 Ribu

94.559 KK Terdaftar Perlinsos Purbalingga, Pendamping PKH Sumbang Lebih dari 47 Ribu

Pendaftaran aplikasi Perlinsos yang dibantu Dinsospermasdesp3a Purbalingga dan pendamping PKH. -Dok DinsospermasdesP3A Purbalingga-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi penyumbang terbesar dalam pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kabupaten PURBALINGGA. Dari total 94.559 kepala keluarga (KK) yang telah masuk sistem hingga 4 November 2026, lebih dari 47 ribu pendaftaran berasal dari pendamping PKH.

Data Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsospermasdes P3A) PURBALINGGA mencatat, jumlah tersebut setara dengan 25,80 persen dari total 366.541 KK di wilayah setempat.

Meski demikian, cakupan pendaftaran masih belum mencapai sepertiga dari keseluruhan keluarga. Artinya, masih terdapat sekitar 271.982 KK yang belum tercatat dalam sistem Perlinsos. Angka ini menunjukkan pekerjaan pendataan yang harus diselesaikan pemerintah daerah masih cukup besar.

Berdasarkan data yang sama, jumlah agen Perlinsos yang terdaftar mencapai 5.762 orang. Namun, baru 3.283 agen atau 56,98 persen yang tercatat aktif melakukan pendaftaran. Dengan demikian, terdapat 2.479 agen yang belum tercatat aktif.

BACA JUGA:Dinpendukcapil Purbalingga Dorong Aktivasi IKD untuk Jadi Agen Perlinsos, Bantu Warga Daftar Bansos 2027


Besarnya kontribusi pendamping PKH terlihat dari kinerja 229 orang pendamping yang telah mendaftarkan lebih dari 47 ribu KK. Jumlah tersebut melampaui kontribusi ribuan agen dari unsur masyarakat umum maupun instansi lainnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsospermasdes P3A Purbalingga, Lindhawati, mengatakan keaktifan pendamping PKH turut mendongkrak capaian pendaftaran Perlinsos Purbalingga di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

"Kalau di tingkat provinsi, kita sudah termasuk bagus ya, 10 besarlah begitu. Ini tertolong dari teman-teman PKH, karena mereka memang sudah berjalan lebih dulu ketimbang kami, secara mereka berjalan langsung di bawah kementerian. Jadi pergerakannya cepat karena mereka punya target seluruh penerima bansos PKH terdaftar 100 persen," kata Lindhawati, Rabu (4/11/2026).

Menurut dia, pendamping PKH memiliki keunggulan dari sisi jangkauan dan pengalaman melakukan pendataan karena telah lebih dahulu menjalankan tugas di lapangan. Target pendaftaran seluruh penerima bantuan PKH juga menjadi salah satu faktor yang mempercepat pergerakan mereka.

Di sisi lain, Dinsospermasdes P3A Purbalingga berupaya memperluas keterlibatan masyarakat untuk meningkatkan jumlah pendaftar. Generasi muda yang memiliki kemampuan digital diharapkan ikut menjadi agen Perlinsos.

Lindhawati mengatakan, keterlibatan anak muda diperlukan untuk membantu proses pendaftaran warga di lingkungan masing-masing, terutama di wilayah yang perangkat desanya memiliki keterbatasan dalam penguasaan teknologi digital.

"Harapannya masyarakat dan anak-anak muda yang melek digital berkenan mendaftar jadi agen. Kalau mengandalkan perangkat desa kadang sudah pada sepuh. Anak-anak muda bisa bantu mendaftarkan tetangganya atau orang tua di sekitarnya. Ini kesempatan mudah untuk menumbuhkan empati dan membantu warga sekitar," ujarnya.

Namun, dengan jumlah pendaftaran yang baru mencakup 25,80 persen dari total KK, perluasan agen saja belum cukup menjadi ukuran keberhasilan pendataan. Keaktifan agen, jangkauan wilayah, serta ketepatan data keluarga yang masuk sistem juga menjadi aspek penting agar proses pemutakhiran data Perlinsos berjalan optimal. 


Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait