Waspada! 14 Wilayah di Cilacap Dilanda Bencana
Banjir melanda wilayah Kecamatan Maos yang diakibatkan curah hujan tinggi dengan durasi lama akhir pekan lalu.-DOK JULIUS/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap masih terdampak bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang hingga kekeringan.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cilacap per 31 Oktober 2026, bencana tersebut tercatat di 14 titik atau wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, mengatakan data tersebut mencakup dua desa terdampak banjir, tiga lokasi tanah longsor, dua lokasi angin kencang, serta tujuh desa dan kelurahan yang masih mengalami kekeringan.
"Banjir kemarin dilaporkan terjadi di Desa Paketingan, Kecamatan Sampang, dan Desa Mernak, Kecamatan Maos," katanya, Senin (2/11/2026).
Sementara itu tanah longsor terjadi di Desa Palugon, Kecamatan Wanareja, Desa Hanum, Kecamatan Dayeuhluhur, serta Dusun Mandala, Kecamatan Jeruklegi.
"Angin kencang juga dilaporkan terjadi di Desa Bajing, Kecamatan Kroya, dan Desa Sidarip, Kecamatan Kawunganten," lanjutnya.
BACA JUGA:Hujan Deras Ancam Wilayah Pegunungan, BPBD Cilacap Minta Warga Cek Kondisi Tanah
Adapun wilayah yang masih mengalami kekeringan meliputi Desa Ujungalang, Kecamatan Kampunglaut, Desa Malabar, Kecamatan Wanareja, Desa Bener, Kecamatan Majenang.
Desa Bojong dan Desa Mentasan di Kecamatan Kawunganten; Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah; serta Desa Citepus, Kecamatan Jeruklegi.
"Data bersumber dari Pusdalops PB BPBD Kabupaten Cilacap tersebut dihimpun pada 31 Oktober 2026 pukul 17.00 WIB dan diperbarui pada 1 November 2026 pukul 08.00 WIB kemarin," lanjut Taryo.
Sementara itu BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan selatan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo. Peringatan tersebut berlaku pada 1 hingga 4 November 2026. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
