Banner Honda

Berawal dari Istri, Lukman Kini Dampingi 100 Lebih Jemaah

Berawal dari Istri, Lukman Kini Dampingi 100 Lebih Jemaah

Muhammad Lukman Malik Falsafah bersama para jemaahnya-IMAM RADAR BANYUMASKEBUMENEKSPRES-

KEBUMEN, RADARBANYUMAS.CO.ID- Niat sederhana mengajak istri mengamalkan zikir menjadi awal perjalanan dakwah Muhammad Lukman Malik Falsafah di Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar. 

Enam tahun berselang, kegiatan yang awalnya hanya diikuti dua orang tersebut kini berkembang menjadi Majelis Taklim dan Zikir Husnul Khotimah dengan lebih dari 100 jemaah.

BACA JUGA:Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Perjalanan itu dimulai pada 2020. Kala itu, Lukman hanya mengajarkan istrinya untuk mengamalkan sejumlah zikir. Namun, kegiatan tersebut menarik perhatian ibu mertuanya yang kemudian ikut bergabung. Dari lingkungan keluarga, kebiasaan itu perlahan menyebar ke tetangga sekitar hingga semakin banyak warga yang tertarik mengikuti pengajian.

BACA JUGA:Empat Ruangan SMAN 1 Karangkobar Banjarnegara Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kini, majelis yang berlokasi di Dukuh Kemit RT 04 RW 01, Desa Grenggeng, tersebut menjadi tempat masyarakat belajar agama, khususnya bagi kaum ibu yang semasa muda belum memiliki kesempatan untuk mendalami Al-Qur'an.

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem di Kebumen, Rumah dan Mushola Rusak Diterjang Longsor

Perjalanan enam tahun dakwah tersebut diperingati melalui milad ke-6. Sejumlah kegiatan digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat kebersamaan para jemaah.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Al-Qur'an 30 juz hingga khatam pada siang hari. Kegiatan ini melibatkan santri TPQ, anggota majelis, serta masyarakat sekitar.

Sementara pada malam harinya digelar tasyakuran, pembacaan Maulid Al-Barzanji, pengajian, dan penampilan hadroh Ushbatul Musthofa. Panitia juga memutar film dokumenter yang menggambarkan perjalanan Majelis Taklim dan Zikir Husnul Khotimah sejak pertama kali dirintis.

BACA JUGA:Perolehan Medali Kebumen Meningkat, ini Kata Ketua KONI Kebumen

Pengasuh Majelis Taklim Husnul Khotimah, Muhammad Lukman Malik Falsafah, mengatakan salah satu hal yang paling disyukurinya adalah perubahan kemampuan para jemaah dalam membaca Al-Qur'an.

Menurutnya, dahulu banyak ibu-ibu yang belum bisa membaca Al-Qur'an. Bahkan, sebagian merasa malu untuk mulai belajar karena usia yang sudah tidak muda lagi.

“Banyak ibu-ibu di sini yang dulu masa mudanya belum sempat mengaji. Ada juga yang belum bisa membaca Al-Qur'an dan malu belajar karena sudah tua. Alhamdulillah, dengan adanya majelis ini mereka bisa bergabung dan belajar bersama,” ungkap Lukman, Minggu (1/11/2026).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: