Banner Honda

Banjarnegara Dorong Ekonomi Kreatif Lebih Berdampak

Banjarnegara Dorong Ekonomi Kreatif Lebih Berdampak

Peringatan Hari Ekonomi Kreatif bertajuk EKRAF DAY 2026 yang digelar di Alun-alun Banjarnegara.-PUJUD/RADARMAS-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pengembangan ekonomi kreatif di Banjarnegara dinilai perlu melampaui kegiatan pameran dan pertunjukan.

Ruang promosi harus berlanjut menjadi transaksi, penguatan usaha, dan akses pasar bagi pelaku kreatif lokal.

Ketua Komite Ekonomi Kreatif Banjarnegara, Kristiono Hadi Pranoto, mengatakan pengembangan sektor ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

Dibutuhkan kerja sama lintas pihak agar karya kreatif dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

“Diperlukan kolaborasi melalui pendekatan hexahelix yang melibatkan enam unsur, yakni pemerintah, pelaku usaha, komunitas atau asosiasi, akademisi, media, serta lembaga keuangan dan mitra sponsor,” katanya.

Menurut Kristiono, dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif juga perlu diarahkan pada peningkatan kualitas karya dan penguatan usaha, bukan sebatas penyelenggaraan pameran.

“Dukungan tidak cukup berhenti pada penyelenggaraan pameran atau pertunjukan, tetapi juga perlu diarahkan pada pengembangan kualitas karya, penguatan usaha, dan perluasan akses pasar,” ujarnya, Sabtu (31/10/2026).

BACA JUGA:Ekonomi Kreatif Banjarnegara Bertambah, Kini Ada 21 Subsektor Termasuk AI dan Modifikasi Otomotif

Ia menegaskan, tantangan berikutnya memastikan ruang promosi dan kolaborasi tersebut memberi dampak nyata bagi pelaku usaha.

“Tantangannya adalah memastikan ruang promosi dan kolaborasi semacam ini berlanjut menjadi peluang usaha serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara, Tursiman, yang juga ketua panitia, menyebut daerah memiliki potensi dari 17 subsektor ekonomi kreatif.

Potensi itu, menurutnya, perlu terus dikembangkan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Potensi bakat, karya, dan komoditas yang kita miliki harus terus dikembangkan,” kata Tursiman.

Ia mengatakan, EKRAF DAY tidak hanya dimaksudkan sebagai perayaan tahunan, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: