Cuaca Ekstrem di Kebumen, Rumah dan Mushola Rusak Diterjang Longsor
Cuaca ekstrem memicu bencana di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen, akhir pekan kemarin.-ISTIMEWA-
KEBUMEN, RADARBANYUMAS.CO.ID - Hujan disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kebumen akhir pekan kemarin. Cuaca ekstrem ini mengakibatkan sejumlah bencana.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak) BPBD Kabupaten Kebumen, Udy Cahyono menyampaikan hujan disertai angin kencang terjadi sejak Jumat (30/10) hingga Sabtu (31/10/2026).
"Hujan disertai angin kencang ini memicu bencana longsor dan pohon tumbang. Dari laporan yang masuk ada 9 titik kejadian longsor yang tersebar di Kecamatan Ayah, Rowokele, Buayan dan Pejagoan," ujar Udy, Minggu (1/11/2026).
Selain itu, pohon tumbang terjadi di 6 titik, masing-masing di Kecamatan Petanahan, Adimulyo dan Karanganyar. "Bencana mengakibatkan sejumlah rumah rusak dari ringan hingga berat. Menutup akses jalan dan ada laporan pohon tumbang yang menimpa kendaraan. Ada juga rumah peribadatan yang rusak," imbuh Udy Cahyono.
Salah satu yang terdampak bencana adalah mushola di Desa Jladri Kecamatan Buayan.Mushola yang belum lama dibangun tersebut diterjang longsor setelah talud yang berada tak jauh dari lokasi ambrol.
Namun demikian, dari sejumlah kejadian tersebut tidak ada laporan korban jiwa atau luka. "Penanganan sudah dan sedang dilakukan," kata Udy.
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem di Kebumen, Pohon Tumbang Timpa Jalan Provinsi
Di sisi lain, Udy mengingatkan warga saat ini Kebumen telah memasuki musim penghujan ditandai curah hujan yang meningkat. Seiring dengan itu, potensi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, angin kencang, dan pohon tumbang juga meningkat.
BACA JUGA:Green Policing, Polisi Tanam 500 Bibit Pohon Buah
BPBD menghimbau warga yang bermukim di area lereng, tebing, perbukitan, bantaran sungai, dan pesisir pantai, tingkatkan kewaspadaan. "Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi lebih dari 1 jam, disertai munculnya retakan tanah, rembesan air keruh dari tebing, atau pohon/tiang miring, segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman," ujar Udy.
BACA JUGA:Penyuluh Agama Kebumen Dakwah Lewat Lagu Religi
Tak kalah penting, Udy menghimbau warga melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang sudah lapuk, rapuh, dan menjulang dekat rumah, jalan, dan jaringan listrik. "Lakukan kerja bakti bersama di lingkungan RT/RW. Jangan menunggu tumbang," imbuhnya.
Untuk mengantisipasi banjir, warga juga diminta tidak membuang sampah di sungai, selokan, dan saluran irigasi. "Pastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat untuk mencegah banjir dan luapan," imbuhnya.
Kepada Kepala Desa, BPBD Desa, dan Relawan Destana dimohon untuk mengaktifkan kembali Siskamling, kentongan, dan alat Early Warning System (EWS). Pastikan senter, HT, dan perahu karet dalam kondisi siap. "Pantau juga informasi cuaca dari BMKG dan informasi kebencanaan hanya dari sumber resmi BPBD. Jangan mudah percaya dan menyebarkan berita hoaks.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
