Banner Honda

Warung Makan Padang Terbakar di Sawangan Purwokerto, Api Hanguskan Kios Bambu

Warung Makan Padang Terbakar di Sawangan Purwokerto, Api Hanguskan Kios Bambu

Petugas Inafis Polresta Banyumas melakukan olah TKP di warung masakan Padang di Sawangan, Purwokerto yang sudah ludes terbakar, Kamis (15/10/2026).-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Warung Makan Padang Talago di kawasan Sawangan, Kelurahan Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat, Banyumas, terbakar pada Kamis (15/10/2025) sekitar pukul 12.05 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar hingga menghanguskan satu kios yang sebagian besar bangunannya terbuat dari bambu.

Saksi mata sekaligus tetangga warung, Nanda, mengatakan api pertama kali terlihat dari jendela belakang warung, tepat di area memasak. Saat itu, dia sedang dalam perjalanan pulang ke rumah sebelum melihat kobaran api ketika berbelok memasuki Jalan Slamet Riyadi.

"Saya mau pulang ke rumah, terus belok ke kiri. Begitu saya belok masuk jalan Slamet Riyadi, lihat kanan, ternyata api sudah ada di jendelanya itu, jendela di belakang tempat masaknya," katanya.

Melihat api mulai membesar, Nanda segera mengambil selang air dari rumahnya untuk mencoba membantu memadamkan api. Dia juga memanggil karyawan toko oleh-oleh tempatnya bekerja serta meminta orang-orang di sekitar lokasi menjauh demi menghindari bahaya.

BACA JUGA:Tiga Titik Kebakaran Bukit Bikin Panik Warga Dermaji Banyumas, Api Dekati Perbatasan Permukiman

Nanda sempat berupaya mengambil alat pemadam api ringan (APAR) dari toko untuk menjinakkan kobaran api. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena api telanjur membesar dan sulit dikendalikan.

"Saya langsung ke rumah, narik selang, manggil anak-anak dan lari ke toko untuk ambil APAR. Tapi ternyata begitu APAR dinyalakan, sudah tidak bisa karena api sudah besar sekali," ujarnya.

Setelah melihat api semakin membesar, Nanda menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan. Dia menduga material bangunan yang didominasi bambu membuat api cepat merambat hingga menyulitkan upaya pemadaman awal.

"Bangunan itu semi permanen sebagian dari bambu, jadi cepat banget. Saya panik karena kabel mulai kebakar," ungkapnya.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banyumas, Andaru Budilaksono, mengatakan laporan kebakaran diterima melalui layanan darurat 110. Informasi tersebut kemudian diteruskan oleh Kapolsek Purwokerto Barat kepada petugas pemadam kebakaran untuk segera ditindaklanjuti.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari saksi mata dan pemilik warung, kebakaran diduga bermula saat pemilik sedang memasak di dapur. Pemilik kemudian meninggalkan area memasak untuk melayani pembeli, sebelum api muncul dari bagian belakang warung yang berada di sekitar kompor.

"Menurut keterangan informasi dari saksi mata dan penjual sendiri, baru memasak, tetapi ditinggal untuk melayani pelanggan atau pembeli. Tahu-tahu dari arah belakang, dari arah kompor itu muncul seperti ada ledakan, dan api langsung membesar," jelas Andaru.

Saat laporan diterima, kobaran api sudah cukup besar sehingga petugas segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Penanganan dilakukan agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar warung.

Andaru menyebutkan, satu kios terdampak langsung dalam peristiwa kebakaran tersebut. Bangunan di sebelahnya tidak ikut terbakar, tetapi bagian dindingnya menghitam akibat terkena paparan panas dan api.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: