Didahului Ledakan, Puskesmas 1 Klirong Nyaris Terbakar
Petugas tengah berupaya memadamkan api yang membakar Puskesmas Klirong, Rabu 14 Oktober 2026-BPBD KEBUMEN FOR EKSPRES-
KEBUMEN, RADARBANYUMAS.CO.ID - Kebakaran melanda Puskesmas Klirong 1, Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (14/10/2026). Tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa ini, namun kerugian material ditaksir mencapai jutaan rupiah.
Bagian Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Heri Purwoto menyampaikan, kebakaran terjadi pada sekitar pukul 10.50 WIB. Saat itu, para pegawai di Puskesmas mendengar bunyi ledakan.
BACA JUGA:Lagi, Buang Puntung Rokok Picu Kebakaran Lahan
"Awalnya terdengar ledakan dari atap plafon. Kemudian menyusul ledakan ledakan berikutnya dan disertai percikan api. Api kemudian cepat menyebar," ujar Heri Purwoto, Rabu.
Melihat kejadian ini, para pegawai di lingkungan Puskesmas berinisiatif memadamkan api dengan menggunakan APAR Powder. Kepanikan sempat terjadi setelah dari 11 APAR yang ada, 7 diantaranya sudah terpakai.
"Dari 11 APAR yang dimiliki, 7 telah terpakai. Petugas kemudian segera menghubungi Damkar Petanahan untuk membantu memadamkan api," imbuh Heri Purwoto.
Pasukan Damkar yang segera ke lokasi akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah sekitar pukul 12.00 WIB. Beruntung api cepat dipadamkan sehingga tidak merembet ke seluruh bangunan Puskesmas.
Pun demikian, tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian ini. Meski sempat terganggu, pelayanan kepada warga juga masih dapat berjalan. "Total kerugian diperkirakan Rp 6 juta. Pemadaman yang cepat juga menyelamatkan aset senilai 5.174.981.424," imbuh Heri.
BACA JUGA:Bupati Kebumen: Kepala Sekolah Bukan Cuma Urus Administrasi
Terkait penyebab kebakaran, masih harus menunggu penyelidikan pihak Kepolisian. Namun demikian, ada kuat dugaan, kebakaran disebabkan karena hubungan pendek listrik.
"Kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting kabel listrik diatap plafon dekat ruang obat. Hanya bagian atap dan plafon dekat ruang obat saja yang terbakar. Area lain bisa dapat terselamatkan begitu juga dengan alat-alat medis yang ada," ujar Heri. (cah)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
