Banner Honda

Kemarau Mencekik, Permintaan Air Galon Melejit

Kemarau Mencekik, Permintaan Air Galon Melejit

Nur Tohirin, salah satu pemilik usaha air minum isi ulang di Desa Jabres, Kecamatan Sruweng menyiapkan air galon di gerai miliknya.--

KEBUMEN - Musibah kekeringan yang melanda Kabupaten Kebumen sejak musim kemarau tiba, berdampak baik terhadap pelaku usaha air minum isi ulang.

Masyarakat yang membutuhkan stok air bersih utamanya untuk memasak dan dikonsumsi, harus mengeluarkan biaya lebih guna membeli air bersih berupa air minum isi ulang.

Nur Tohirin, salah satu pemilik usaha air minum isi ulang di Desa Jabres, Kecamatan Sruweng mengatakan, selama musim kemarau ada peningkatan pemesanan. 

“Selama kemarau ada aja konsumen baru, sebelumnya belum pernah beli tapi pas kemarau ini beli bisa sehari satu galon sampai dua galon,” tuturnya, Minggu (11/10).

BACA JUGA:Sisir Sejumlah Titik, Polres Kebumen Razia Knalpot Brong

BACA JUGA:HSN, 16 Ponpes di Kebumen Adu Kemampuan

Warga yang membeli ditempat Tohirin kebanyakan untuk rumah tangga, bukan untuk dijual kembali. Kemarau membuat banyak mata air mengering, sementara kebutuhan air tetap sama.

“Kebanyakan buat rumah tangga, ada yang dimasak lagi, ada yang langsung diminum, jarang yang buat warung makan. Kalau buat bersih bersih atau mandi mereka masih mengandalkan air sumur walaupun cuma sedikit keluarnya,” ujarnya.

Kelangkaan air yang dialami sebagian masyarakat Desa Jabres sudah melanda selama musim kemarau datang.

Beberapa sumur warga masih mengeluarkan air namun dengan jumlah yang sangat sedikit serta kualitas air yang tidak terlalu bersih.

Tohirin berharap bencana kekeringan ini bisa segera selesai, walaupun omset yang ia dapat bertambah, tetapi ia juga merasa kasihan dengan warga. Karena sebagian besar masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan guna membeli air bersih. (mam)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: