Banner Honda

Progres 81,9 Persen, Jembatan Kali Kabong Bojanegara Ditargetkan Dibuka 21 Oktober

Progres 81,9 Persen, Jembatan Kali Kabong Bojanegara Ditargetkan Dibuka 21 Oktober

Pengerjaan penggantian Jembatan Kali Kabong di ruas jalan Desa Bojanegara–Dawuhan terus dikebut. Progres pekerjaan telah mencapai 81,9 persen.-Alwi Safrudin/Radarmas-

PURBALINGGA – Penggantian Jembatan Kali Kabong di ruas jalan Desa Bojanegara–Dawuhan terus dikebut. Hingga Kamis (17/9/2026), progres pekerjaan telah mencapai 81,9 persen atau mengalami deviasi positif sekitar 60 persen dari target.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Purbalingga Agus Tri Prapto mengatakan, berdasarkan rencana, progres pekerjaan saat ini baru sekitar 21 persen. Dengan realisasi yang mencapai 81,9 persen, pengerjaan berada jauh di atas target.

"Progres rencananya itu 21 persen, sekarang progres realisasinya sudah sampai 81,9 persen. Jadi ada deviasi positif sekitar 60 persen," kata Agus, Kamis (17/9/2026).

Pekerjaan jembatan permanen tersebut dimulai setelah penandatanganan kontrak pada 29 Juli 2026. Proyek dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender itu memiliki nilai anggaran sekitar Rp638 juta.

BACA JUGA:Kerusakan Jembatan Merah Purbalingga Makin Parah, Sudah Tidak Layak Dilalui Kendaraan

Jembatan baru memiliki bentang tujuh meter dan lebar 5,5 meter. Sejumlah pekerjaan struktur utama telah diselesaikan, mulai pasangan batu, beton struktur, baja tulangan, abutment, lean concrete, hingga railing.

"Itu pekerjaan yang sudah dikerjakan itu ada pasangan batu, beton struktur jembatannya, terus pekerjaan dengan baja tulangan, abutment-nya itu sudah dikerjakan, mulai dari lean concrete-nya sampai railing-nya sudah dikerjakan," jelas Agus.

Penggantian jembatan dilakukan karena struktur bagian bawah jembatan lama mengalami kerusakan parah akibat tergerus aliran sungai. Selama jembatan permanen belum selesai, masyarakat menggunakan jembatan darurat atau knock down berbahan pelat besi.

Agus mengatakan, pekerjaan kini tinggal menunggu umur beton mencapai standar kualitas yang dipersyaratkan. Jika sesuai rencana, jembatan baru dapat dibuka untuk masyarakat pada 21 Oktober 2026.

BACA JUGA:Jembatan Sungai Pranji Ambles Separuh, DPUPR Purbalingga Siapkan Perbaikan Darurat

"Kemarin sudah disesuaikan umur rencana, bisa di umur rencana beton itu bisa dibuka sekitar tanggal rencananya 21 Oktober. Itu sudah umur rencana betonnya sudah melampaui kualitasnya, jadi nanti segera bisa dibuka," tegas Agus.

Selain jembatan, DPUPR Purbalingga juga memprioritaskan perbaikan ruas jalan Bojanegara–Dawuhan pada tahun ini. Kondisi jalan tersebut dinilai sudah cukup rusak dan saat ini proses perbaikannya masih dalam tahap pengadaan langsung. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: