Wakhid Jumali: Nilai Tri Satya dan Dasa Darma Jadi Benteng Hadapi Gempuran Perubahan Zaman
Anggota Gerakan Pramuka memadati Lapangan Pandawa, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur saat melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pramuka.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Gerakan Pramuka Banjarnegara didorong tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi ikut membekali generasi muda menghadapi perubahan zaman. Tantangan yang disoroti meliputi perkembangan kecerdasan buatan (AI), perubahan iklim, hoaks, perundungan, penyalahgunaan narkoba, hingga judi online.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Banjarnegara sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banjarnegara, Wakhid Jumali, saat memimpin Upacara Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwarcab Banjarnegara di Lapangan Pandawa, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Senin (14/9/2026).
“Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma tetap menjadi benteng dan pedoman utama bagi anggota Pramuka agar tetap tangguh menghadapi gempuran perubahan zaman,” tegas Wakhid.
Menurutnya, pendidikan kepramukaan perlu terus menyesuaikan diri dengan tantangan yang dihadapi generasi muda. Pola pembelajaran yang sebelumnya dikenal dengan konsep learning by doing kini perlu dikembangkan menjadi learning, creating and solving.
BACA JUGA:61 Pramuka Banjarnegara Kawal Estafet Tunas Kelapa, Siap Tempuh Rute Antarwilayah
Melalui pendekatan tersebut, anggota Pramuka tidak cukup hanya mendapatkan pengalaman, tetapi juga dituntut memiliki wawasan, keterampilan, kedisiplinan, serta kemampuan menyelesaikan persoalan di lingkungan sekolah, keluarga, gugus depan, dan masyarakat.
Peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema 'Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan'. Wakhid mengatakan, tema itu tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan pertanian.
“Swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan tanam-menanam. Di dalamnya terdapat pendidikan keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk mengenali dan menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya,” terangnya.
Dia menilai, nilai-nilai kepramukaan dapat menjadi bekal penting untuk membentuk generasi yang mandiri dan mampu beradaptasi. Karena itu, peringatan Hari Pramuka diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap pendidikan karakter melalui karya dan keteladanan.
BACA JUGA:Renungan Hari Pramuka ke-65, Anggota Pramuka Banjarnegara Perbarui Komitmen Pengabdian
Upacara tersebut diikuti ratusan anggota Pramuka dari 20 Kwartir Ranting se-Kabupaten Banjarnegara. Sebelum upacara, masing-masing Kwartir Ranting mengikuti defile mengelilingi kawasan Lapangan Pandawa.
Barisan kontingen juga membawa sejumlah piala kejuaraan yang diraih Pramuka Banjarnegara. Deretan piala itu menjadi penanda capaian organisasi sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
