Banner Honda

100 Nelayan Cilacap Cek Kesehatan Gratis, 21 Orang Terdeteksi Hipertensi

100 Nelayan Cilacap Cek Kesehatan Gratis, 21 Orang Terdeteksi Hipertensi

Kepala Puskesmas Cilacap Selatan II, dr Dewi Suniawati, saat memberikan sosialisasi.-DINKES UNTUK RADARMAS-

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Kesehatan nelayan dan keluarganya menjadi perhatian lintas sektor di Kecamatan Cilacap Selatan. 

Puskesmas Cilacap Selatan II bersama CSR PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) dan Rukun Nelayan se-Kecamatan Cilacap Selatan menggelar sosialisasi Nelayan Sehat, Keluarga Sehat di Ballroom Hotel Dafam Cilacap, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan ini tak hanya membahas kesehatan nelayan, tetapi juga menyoroti pentingnya kesehatan ibu dan anak dalam keluarga nelayan.

Sejumlah pihak turut hadir, di antaranya Camat Cilacap Selatan, manajemen SBI, KSOP, Polairud, HNSI, serta para rukun nelayan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap Hasanuddin S STP MM, melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, dr. Ary Windhi Hardanu, menekankan pentingnya edukasi mengenai perencanaan kehamilan dan pengaturan jarak kelahiran.

Menurutnya, menjaga jarak kehamilan menjadi salah satu langkah untuk mencegah kehamilan berisiko sekaligus menekan risiko gangguan gizi pada balita.

“Menjaga jarak kehamilan merupakan salah satu upaya mencegah kehamilan berisiko serta menurunkan risiko gangguan gizi pada balita. Kesehatan keluarga nelayan perlu menjadi perhatian bersama melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

BACA JUGA:10.667 Warga Cilacap Selatan Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis

Materi tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Cilacap Selatan II, dr. Dewi Suniawati.

Salah satu fokusnya adalah pentingnya mengatur jarak kehamilan untuk mencegah kehamilan berisiko atau ibu hamil risiko tinggi (bumil Resti).

Berdasarkan hasil pemeriksaan Antenatal Care (ANC) di Puskesmas Cilacap Selatan II, menunjukkan terdapat 106 ibu hamil yang masuk kategori risiko tinggi.

Faktor penyebabnya antara lain usia dan jarak kehamilan yang kurang dari dua tahun.

Tak berhenti pada edukasi, kegiatan juga dilengkapi Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi 100 nelayan.

Hasil pemeriksaan menemukan 21 nelayan mengalami hipertensi, tiga orang terindikasi diabetes melitus (DM), dan tiga lainnya mengalami hiperlipidemia atau kadar lemak darah tinggi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: