Warga Babadsari Olah Limbah Tulang Sapi Jadi Pupuk Kalsium
Sofian mengolah limbah tulang menjadi tepung tulang yang kemudian dimanfaatkan sebagai pupuk kaya kalsium untuk tanaman.--
KEBUMEN - Siapa sangka limbah tulang sapi yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai ternyata bisa menjadi peluang usaha sekaligus produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian.
Peluang tersebut dimanfaatkan Sofian Nur Rohim, warga Desa Babadsari, Kecamatan Kutowinangun. Di tangannya, tumpukan tulang sapi diolah menjadi tepung tulang yang kemudian dimanfaatkan sebagai pupuk kaya kalsium untuk tanaman.
Usaha tersebut berawal dari kebiasaan orang tua Sofian yang sebelumnya hanya memasok tulang sapi mentah ke pabrik. Melihat adanya potensi ekonomi dari bahan yang selama ini hanya menjadi limbah, Sofian kemudian mencoba mengolah tulang sapi sendiri di rumah.
Percobaan tersebut perlahan berkembang setelah Sofian melihat tingginya kebutuhan pupuk kalsium di kalangan petani. Tepung tulang sapi yang diproduksinya kemudian mulai dimanfaatkan oleh petani sebagai alternatif sumber kalsium untuk tanaman.
“Manfaatnya itu bisa kalsium untuk pertumbuhan tanaman, memperkuat akar, untuk pembungaan, juga nanti kalau pakai tepung tulang ini pertumbuhan tanamannya jadi baik,” ujar Sofian Nur Rohim, produsen pupuk tulang sapiŲ Jumat (11/9).
Usaha pengolahan tepung tulang sapi tersebut kini telah berjalan hampir dua tahun. Seiring meningkatnya permintaan, Sofian tidak hanya mengandalkan pasokan bahan baku dari wilayah sekitar, tetapi juga mendatangkan tulang sapi dari Kebumen hingga luar kota.
Produk pupuk tersebut dipasarkan dengan harga yang relatif terjangkau bagi petani. Untuk pembelian eceran, tepung tulang sapi dijual sekitar Rp9.000 per kilogram, sedangkan pembelian dalam jumlah grosir dibanderol Rp8.000 per kilogram.
Menurut Sofian, produk tersebut juga mulai digunakan oleh sejumlah petani di wilayah Kebumen.
“Kalau pemasaran wilayah Kebumen sudah banyak yang memakai tepung tulang sapi ini. Biasanya petani mengambil di toko-toko dan menggunakan pupuk kalsium, sedangkan ini bahannya langsung dari tulang sapi,” jelasnya.
Dari limbah tulang sapi, Sofian kini mampu menciptakan peluang usaha sekaligus menyediakan alternatif pupuk kalsium bagi petani. (mam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
