Banner Honda

Trans Banyumas Pindahkan Koridor yang Sepi, Kembali Mengaspal 18 September

Trans Banyumas Pindahkan Koridor yang Sepi, Kembali Mengaspal 18 September

Trans Banyumas Pindahkan Koridor Sepi Kembali Mengaspal 18 September PURWOKERTO — Pemerintah Kabupaten Banyumas berencana memindahkan rute atau koridor Trans Banyumas yang sepi penumpang ke wilayah dengan permintaan layanan transportasi massal yang lebih-JUNI R/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Banyumas berencana memindahkan rute atau koridor Trans Banyumas yang sepi penumpang ke wilayah dengan permintaan layanan transportasi massal yang lebih tinggi. Rencana tersebut disampaikan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah.

Sadewo mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan pengelola Trans Banyumas mengenai sejumlah koridor yang dinilai sepi penumpang. Koridor yang tingkat penumpangnya rendah akan dipindahkan ke wilayah yang banyak diminta masyarakat.

"Kita pindah ke koridor-koridor yang teman-teman masyarakat minta," ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Kabupaten Banyumas menginginkan jangkauan layanan Trans Banyumas diperluas agar dapat menjangkau lebih banyak wilayah. Beberapa daerah yang disebut masyarakat membutuhkan layanan tersebut antara lain Wangon, Kemranjen, dan Tambak.

BACA JUGA:Tarif Trans Banyumas Berpotensi Naik, Pemkab Usulkan Rp5 Ribu untuk Penumpang Umum

"Yang minta kan ada Wangon, Kemranjen, Tambak," ucapnya," jelasnya.

Sadewo menjelaskan, penentuan koridor Trans Banyumas sebelumnya merupakan kewenangan konsultan dari pemerintah pusat. Namun, setelah pembiayaan layanan menggunakan APBD secara penuh, pemerintah daerah memiliki kewenangan dalam menentukan koridor.

"Tapi setelah APBD full, berarti penentuan koridor ada di kita," paparnya.

Sadewo memastikan evaluasi terhadap layanan Trans Banyumas dapat dilakukan lebih cepat dari jadwal semula. Evaluasi yang sebelumnya diagendakan akhir September tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan September.

"Yang mestinya diagendakan akhir September, dengan situasi ini maju menjadi pertengahan September. Mudah-mudahan sudah clear, pertengahan September," ujarnya.

Sadewo menargetkan Trans Banyumas kembali mengaspal pada 18 September mendatang. Ia berharap dukungan DPRD Banyumas dapat memperlancar rencana pengoperasian kembali layanan tersebut.

"18 September mengaspal lagi, mudah-mudahan ini teman-teman dewan sudah luar biasa dukungannya," pungkasnya. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: