Gerakan Masyarakat Sehat Ginjal: Implementasi Program Pencegahan Penyakit Ginjal Berbasis Komunitas
Pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Semarang dilaksanakan di Desa Sokaraja Kidul, Banyumas, pada 31 Juli dan 8 Agustus 2026.--
Penulis:
Maisje Marlyn Kuhu, M.P.H., Aris Fitriyani, S.Kep, Ns, MM., Widjijati, MN
RADARBANYUMAS.CO.ID - Pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Semarang dilaksanakan di Desa Sokaraja Kidul, Banyumas, pada 31 Juli dan 8 Agustus 2026.
Kegiatan ini merupakan program yang didanai melalui DIPA Poltekkes Kemenkes Semarang Tahun 2026, berdasarkan SK Direktur Nomor HK.02.03/F.XV/0696/2026 tanggal 30 Januari 2026.
Program melibatkan delapan mahasiswa DIII Keperawatan Purwokerto, yaitu Felia Nur Yasmin, Salsabila Vici Islaminajwa, Zahda Ashri Krisaputri, Neza Mutiara Ramadhani, Firosya Stefiani Agista, Rizki Zainudin, Firda Laela Shufa, dan Elsa Enjelita.
Pendahuluan/Latar Belakang Desa Sokaraja Kidul memiliki modal sosial kuat melalui PKK, karang taruna, kelompok pengajian, serta dukungan Pustu dan pemerintah desa. Namun, rendahnya literasi kesehatan ginjal, pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, dan keterbatasan akses skrining menjadi hambatan pencegahan PGK.
Peningkatan literasi kesehatan terbukti mendukung kemampuan masyarakat mengenali risiko dan melakukan tindakan preventif (Kidney Disease: Improving Global Outcomes [KDIGO], 2024).
Pendekatan berbasis komunitas juga efektif dalam meningkatkan partisipasi, kepemilikan, dan keberlanjutan program kesehatan (World Health Organization [WHO], 2025).
Oleh karena itu, “Gerakan Masyarakat Sehat Ginjal” diprioritaskan untuk meningkatkan pengetahuan, perilaku hidup sehat, dan deteksi dini PGK.
Metode Pelaksanaan Program
Program “Gerakan Masyarakat Sehat Ginjal” dilaksanakan melalui persiapan, pengembangan modul, pelatihan kader, skrining, edukasi, evaluasi, dan keberlanjutan.
Melibatkan pemerintah desa, Puskesmas, kader, serta masyarakat, program bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan deteksi dini PGK. Keberlanjutan dilakukan melalui integrasi program desa, regenerasi kader, pendampingan, advokasi, dan diseminasi hasil berbasis bukti.
Hasil dan Temuan Program
Program “Gerakan Masyarakat Sehat Ginjal” berhasil melatih 28 relawan kesehatan ginjal yang terbagi dalam tiga pos dan dibekali modul serta protokol pelaporan dan rujukan. Evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 85 (pre-test) menjadi 90 (posttest).
Selain itu, telah tersedia 40 poster edukasi kesehatan ginjal dan dilakukan skrining urine strip pada 100 masyarakat berisiko.
Hasil skrining menunjukkan 8 orang (8%) memiliki protein urine di atas normal, 5 orang (5%) memiliki glukosa urine di atas normal, dan 23 orang (23%) memiliki pH urine di luar batas normal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
