Sensus Ekonomi Belum Rampung, BPS Purbalingga Tegaskan Data Desil Bukan Hasil Sensus
Kepala BPS Purbalingga Slamet Romelan. BPS menegaskan data desil yang beredar saat ini bukan hasil Sensus Ekonomi 2026.-Alwi Safrudin/Radarmas-
PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Purbalingga masih berlangsung hingga ditargetkan rampung pada 31 Agustus mendatang. Namun, di tengah proses tersebut, beredar informasi yang mengaitkan status desil masyarakat dengan hasil Sensus Ekonomi.
Badan Pusat Statistik (BPS) Purbalingga menegaskan, data desil yang saat ini beredar bukan hasil Sensus Ekonomi 2026. Sebab, proses pendataan sensus di lapangan hingga kini belum selesai.
Kepala BPS Purbalingga Slamet Romelan meminta masyarakat bijak menyikapi informasi mengenai desil agar tidak terjadi kesalahpahaman.
"Sensus Ekonomi 2026 belum selesai. Kami tegaskan bahwa data desil yang keluar saat ini bukan bersumber dari pendataan sensus kami yang sedang berjalan," jelasnya, Selasa (25/8/2026).
BACA JUGA:Sensus Ekonomi Purbalingga Capai 90,5 Persen, BPS Minta 30.461 Draf Segera Diunggah
Menurutnya, data desil yang digunakan saat ini merupakan hasil integrasi data dari berbagai kementerian dan lembaga. Data tersebut bersumber antara lain dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian ESDM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Data gabungan tersebut bersifat dinamis. Pembaruannya dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sekali sesuai dengan data yang masuk dari masing-masing lembaga.
Sementara itu, petugas BPS saat ini masih berfokus menyelesaikan pendataan Sensus Ekonomi di lapangan. Tahapan tersebut sekaligus untuk mengoptimalkan validasi data populasi di setiap kecamatan.
BPS berharap masyarakat tidak resah dan tidak mengaitkan pendataan Sensus Ekonomi yang masih berjalan dengan penetapan desil yang saat ini digunakan. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


