Talk Show Dahlan Iskan Dilema Pengusaha: Menutup Utang dan Kembali Bangkit (1)
Founder Disway Group Dahlan Iskan bersama para pengusaha dalam talk show Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (13/8/2026).-Dok. Harian Disway-
SURABAYA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Utang bisa menjadi bahan bakar untuk memperbesar usaha. Namun, ketika penggunaannya tidak terkendali, utang justru dapat berubah menjadi beban yang menghambat bisnis.
Dilema tersebut dibahas sekitar 500 pengusaha dari berbagai daerah dalam talk show bertajuk Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang di Ballroom Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang digelar Keluarga Besar SyaREA World bersama Harian Disway tersebut menghadirkan lima pengusaha yang pernah mengalami persoalan utang dalam perjalanan bisnisnya.
Founder Disway Group Dahlan Iskan menyebut para pembicara merupakan pengusaha yang berhasil membebaskan diri dari utang setelah melalui perjuangan panjang.
Salah satunya Syaikhul Hadi, CEO PT Keraton Agri Ponorogo. Sebelum terjun ke bisnis syariah, Syaikhul merupakan distributor benih dan pupuk pertanian.
Saat itu, ia mengaku terlalu agresif mengembangkan pasar hingga harus meminjam dana dari perbankan dalam jumlah miliaran rupiah.
Keputusan tersebut membuat pikirannya tidak tenang. Di satu sisi, ia ingin terus mengembangkan usaha, tetapi di sisi lain terdapat kewajiban utang yang harus dibayar.
Kondisi tersebut akhirnya mendorong Syaikhul bergabung dengan komunitas syariah yang kini bernama SyaREA World pada 2018.
"Dan saat itu, saya berhenti untuk utang. Dan membayar semua tagihan bertahap," kata pengusaha asal Ponorogo tersebut.
Syaikhul kemudian menjual aset dan menghentikan kebiasaan berutang untuk ekspansi. Setelah berhasil menyelesaikan seluruh kewajibannya, bisnisnya justru berkembang.
Jika sebelumnya hanya menjadi agen, kini ia telah memiliki pabrik benih dan pupuk pertanian sendiri.
Kisah serupa dialami Fauzi Priambodo, CEO PT Inspirasi Prima Nusantara. Ia mengaku pernah memiliki utang hingga Rp140 miliar untuk membiayai perkembangan bisnisnya.
Pada awalnya, Fauzi hanya meminjam Rp1 miliar hingga Rp2 miliar dari perbankan. Namun, kebutuhan ekspansi membuat jumlah pinjaman terus bertambah.
"Saya sudah adiktif utang," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


