Banner v.2
Banner v.1

131 Murid MAN 2 Banyumas Alami Keracunan, Diduga Setelah Makan Menu MBG

131 Murid MAN 2 Banyumas Alami Keracunan, Diduga Setelah Makan Menu MBG

Sebagian murid MAN 2 Banyumas yang masih merasakan pusing dan mual menjalani penanganan sementara di UKS, Selasa (11/8) siang.-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Sebanyak 131 murid MAN 2 Banyumas mengalami pusing, mual, sakit perut hingga diare pada Selasa (11/8), dengan dugaan sementara berkaitan dengan keracunan makanan. Data tersebut merupakan hasil pendataan sementara hingga Selasa (11/8) maghrib dan masih terus berkembang.

Pantauan Radarmas, sembilan murid mendapat penanganan sementara di UKS MAN 2 Banyumas pada Selasa siang karena masih mengalami pusing dan mual. Sementara murid lainnya tidak masuk sekolah, mengikuti outing class ke Yogyakarta, atau meminta izin pulang lebih awal karena mengalami diare.

Guru piket MAN 2 Banyumas Drs. Hari Prasetyo mengatakan, 131 murid yang mengalami keluhan tersebar di kelas X, XI, dan XII. Ratusan murid tersebut berasal dari 27 kelas yang terdampak sakit.

"Data masih terus berkembang," katanya ditemui Radarmas.

BACA JUGA:Satgas MBG Banjarnegara Awasi Ketat Dapur SPPG, Fokus Distribusi Tepat Waktu

Menurut Hari, penyebab sakit ratusan murid tersebut sementara diduga keracunan makanan. Pada Senin (10/8), makanan yang dikonsumsi murid di antaranya berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala MAN 2 Banyumas Budiono menjelaskan, keluhan mulai dirasakan sejumlah murid pada Senin (10/8) malam. Akibat kondisi tersebut, sebagian murid tidak masuk sekolah, sementara lainnya tetap datang tetapi kemudian meminta izin pulang atau mendapat penanganan di UKS.

Terkait pengiriman MBG pada Rabu (12/8), terdapat kemungkinan dihentikan sementara. Pasalnya, makanan MBG yang dikirim pada Selasa (11/8) juga sebagian dikembalikan meskipun sempat dikirim ke madrasah.

"Menu MBG kemarin (Senin) yaitu nasi putih, ayam dadu bumbu woku, oreg tempe, tumis pokcay jagung dan anggur merah. Dari puskesmas sudah mengambil sampel makanan untuk uji lab memastikan penyebab sakitnya anak," terang Budiono.

BACA JUGA:Harga Cabai dan Ayam di Banyumas Naik Usai MBG Berjalan Lagi

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Banyumas Sito Hatmoko, SKM, M.K.M., mengatakan penyebab dugaan keracunan belum dapat dipastikan. Petugas puskesmas dan dinas baru mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium di Semarang.

"Tercatat 101 anak mengeluh sakit perut dan diare. Untuk lengkapnya belum kami rekap," jawabnya.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mersi 2 Desanti Puspa Zahrani juga belum dapat memastikan apakah keluhan ratusan murid berkaitan dengan makanan MBG. Saat ditemui Radarmas di MAN 2 Banyumas, Selasa (11/8) siang, ia menyebut kasus tersebut masih dalam pemeriksaan.

"Masih diinvestigasi," pungkasnya. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: