Banner v.2

Pemkab Siapkan Dana Trans Banyumas, Sekda Cari Efisiensi APBD

Pemkab Siapkan Dana Trans Banyumas, Sekda Cari Efisiensi APBD

-Bus Trans Banyumas melintas Jalan Kalibagor menuju Kecamatan Banyumas, Minggu (26/7).-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Banyumas menyiapkan langkah agar layanan Bus Trans Banyumas tetap beroperasi setelah anggaran operasional dari pemerintah pusat berakhir pada 28 Agustus 2026. Salah satu opsi yang disiapkan ialah melakukan efisiensi anggaran dalam APBD Perubahan apabila dukungan APBN tidak tersedia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas Agus Nur Hadie mengatakan, anggaran operasional Trans Banyumas tahun 2026 saat ini masih mencukupi hingga 28 Agustus. Menurutnya, keberadaan transportasi massal tersebut sangat dibutuhkan masyarakat karena dimanfaatkan pelajar, pekerja, hingga masyarakat umum.

"Maksud dan tujuan pemanfaatannya (Trans Banyumas) untuk masyarakat banyak artinya juga untuk anak sekolah, pekerja, ini sangat dibutuhkan. Sekarang setiap harinya hampir 7 sampai 10 ribu yang menggunakan Trans Banyumas," ujarnya.

Agus menjelaskan, Pemkab Banyumas tengah mencari solusi agar layanan Trans Banyumas tidak berhenti beroperasi. Bupati Banyumas, kata dia, telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga keberlanjutan layanan tersebut.

BACA JUGA:Trayek Gemuk Hambat Trans Banyumas, Angkutan Konvensional Berebut Penumpang di Ajibarang–Pasar Pon

"Pak bupati tentunya sudah berpikir dan berusaha, awalnya kita merencanakan mau meminta anggaran dari pemerintah pusat. Tapi nanti kalau dari pusat ternyata tidak terdapat anggaran, tentunya pak bupati akan memerintahkan kepada kami bagaimana caranya untuk melakukan efisiensi dari pos yang lain diupayakan agar Trans Banyumas tetap berlanjut," jelasnya.

Menurut Agus, pembahasan APBD Perubahan dijadwalkan mulai berlangsung pada pekan ini. Pemerintah daerah akan menyiapkan pendanaan melalui APBD apabila bantuan dari APBN tidak dapat direalisasikan.

"Kita siapkan di APBD, kalau APBN tidak ada ya dari APBD," ujarnya.

Dia menyebut efisiensi anggaran menjadi salah satu strategi agar layanan Trans Banyumas tetap mengaspal hingga akhir tahun. Kebutuhan anggaran operasional mulai 29 Agustus hingga 31 Desember 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp14 miliar.

"Trans Banyumas sendiri sedang menghitung, dan angkanya kurang lebih mungkin sekitar Rp14 sekian miliar untuk 29 Agustus sampai 31 Desember," paparnya.

Agus berharap masyarakat terus memberikan dukungan agar layanan Trans Banyumas dapat dipertahankan. Menurutnya, transportasi publik tersebut telah menjadi kebutuhan ribuan warga setiap hari.

"Mohon doanya dari masyarakat Kabupaten Banyumas, agar Trans Banyumas tetap bisa operasional," pungkasnya. ***

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: