Banner v.2

Melon Hidroponik Tabela Laris Dipetik, Panen BUMDes Karanggedang Banyumas Terserap Program MBG

Melon Hidroponik Tabela Laris Dipetik, Panen BUMDes Karanggedang Banyumas Terserap Program MBG

Pengunjung greenhouse BUMDES Karanggedang memilih melon hidroponik hasil metode tabela sebagai sistem yang baru diaplikasikan dalam budidaya, Selasa (14/7).-FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Metode tabur benih langsung (tabela) yang diterapkan pada budidaya melon hidroponik di green house Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karanggedang, Kecamatan Sumpiuh, mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Selain menghasilkan buah berukuran ideal, lokasi panen kini ramai didatangi warga yang ingin membeli langsung dengan cara memetik dari pohonnya.

Penyedia jasa budidaya, Sugiyono, mengatakan metode tabela yang menjadi sistem baru dalam budidaya melon hidroponik mampu menghasilkan bobot buah yang tidak kalah dibandingkan metode konvensional. Rata-rata berat buah yang dipanen mencapai sekitar 1,5 kilogram.

"Metode tabela mampu menghasilkan buah dengan ukuran yang tidak kalah dibandingkan metode semai dan pindah tanam yang selama ini lebih umum digunakan," jelas Sugiyono, Selasa (14/7) di lokasi.

Menurutnya, metode baru tersebut layak dikembangkan karena tetap mampu menghasilkan buah berukuran ideal. Di sisi lain, proses budidayanya lebih sederhana sehingga tanaman dapat beradaptasi lebih cepat dengan lingkungan.

BACA JUGA:BUMDes Selandaka Banyumas Bagikan Telur Gratis, Keuntungan Usaha Dinikmati Warga Lewat Program Jumat Berkah

"Dengan hasil bobot buah sama, tabela secara perawatan lebih efisien dan menghemat pekerjaan dibanding metode semai dan pindah tanam," sambung Sugiyono.

Lokasi green house yang berada di tepi jalan turut menjadi daya tarik tersendiri. Posisinya yang berada di jalur aktivitas masyarakat lokal maupun pengguna jalan lintas wilayah membuat banyak warga penasaran untuk datang dan membeli melon secara langsung.

Salah seorang pengunjung, Tarom, membeli tiga buah melon setelah memilih langsung dari pohonnya. Ia mengaku sudah menantikan masa panen sejak beberapa waktu lalu.

"Dari kemarin sudah lihat melon dan menunggu matang, akhirnya bisa membeli. Tekstur renyah, manis juga," ujarnya setelah mencicipi melon yang disediakan untuk taster.

Selain dipasarkan kepada masyarakat, hasil panen melon hidroponik juga telah memiliki pasar yang lebih luas. Direktur BUMDes Karanggedang Farhan Adi menjalin kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sehingga hasil panen dari program ketahanan pangan tersebut terserap untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). ***

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: