PLN Tegaskan Isu Blackout Jawa-Bali Hoaks
Pesan berantai pemadaman blackout di Jawa-Bali dipastikan Hoaks.--
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – PT PLN (Persero) UP3 Purwokerto memastikan informasi yang beredar di media sosial mengenai pemadaman listrik total atau blackout di Jawa dan Bali selama tiga hari berturut-turut adalah hoaks. Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Kabar yang beredar menyebut akan terjadi "Pemeliharaan Jaringan Terencana Total di Jawa dan Bali" selama tiga hari penuh mulai 22 Juni 2026. Informasi tersebut menyebut pemadaman berlangsung non stop dari pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.
Manajer UP3 PLN Purwokerto, Firman Raharja, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. PLN memastikan tidak ada rencana pemadaman total sebagaimana yang ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
"Hoaks itu," kata dia.
Meski demikian, PLN mengakui saat ini sedang menerapkan manajemen beban sementara di sejumlah wilayah. Langkah tersebut dilakukan karena adanya kendala teknis operasional pada beberapa unit pembangkit listrik.
BACA JUGA:SPKLU Alun-alun Purwokerto Paling Laris, PLN Terapkan Strategi Sesuai Permintaan
Firman menjelaskan, pihaknya belum menerima informasi rinci terkait gangguan teknis yang terjadi di pembangkit. Namun kondisi tersebut tidak berkaitan dengan isu blackout total yang beredar di masyarakat.
"Teknis kendala apa kami di UP3 belum mengetahui pasti," ujarnya.
Menurut Firman, manajemen beban dilakukan sebagai langkah penyesuaian antara pasokan dan kebutuhan listrik. Kebijakan tersebut bersifat sementara hingga kondisi sistem kelistrikan kembali stabil.
PLN juga memastikan pasokan listrik secara umum masih dalam kondisi terkendali. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi pemadaman listrik massal dalam jangka waktu panjang.
Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai kemungkinan blackout di Jawa dan Bali, Firman menegaskan hal tersebut tidak akan terjadi. Proses penyeimbangan sistem kelistrikan saat ini terus dilakukan agar pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga.
"Jadi secara umum, bahwa proses bagaimana penyeimbangan dan manajemen beban masih dilakukan sifatnya sementara dan akan dihentikan secara bertahap saat kondisinya stabil," jelasnya.
Langkah manajemen beban dilakukan sebagai bentuk upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan di tengah adanya kendala teknis pembangkit. Dengan pengaturan tersebut, PLN berharap pasokan listrik tetap dapat didistribusikan secara optimal kepada masyarakat.
Firman menegaskan kondisi yang terjadi saat ini hanya bersifat sementara. PLN akan terus melakukan pemantauan dan penyesuaian hingga seluruh sistem kembali beroperasi secara normal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
