Banyumas Siapkan Pesta Budaya Dua Hari, Lengger dan Jazz Gunung Digelar Beruntun
Ratusan siswa siswi memari lengger bersama saat peluncuran event Banyumas Lengger Bicara 2026 dan Jazz Gunung Slamet 2026 di halaman Pendopo Si Panji, Purwokerto, Senin (15/6/2026) sore.-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Banyumas bersiap menggelar dua agenda besar yang memadukan seni tradisi dan musik modern pada akhir Juni mendatang. Pemerintah Kabupaten Banyumas bahkan menegaskan komitmennya menjadikan daerah ini sebagai destinasi wisata budaya melalui penyelenggaraan event yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dalam konferensi pers Road to Banyumas Lengger Bicara 2026 yang dirangkai dengan peluncuran BRI Jazz Gunung Slamet 2026 di Pendopo Si Panji Purwokerto, Senin (15/6). Salah satu langkah yang ditempuh adalah menetapkan Banyumas Lengger Bicara sebagai agenda budaya tahunan.
"Lengger Bicara akan menjadi event tahunan yang setiap tahun ada di Kabupaten Banyumas," kata Sadewo.
Menurutnya, Banyumas Lengger Bicara yang kini memasuki tahun ketiga menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat identitas budaya Banyumas melalui pelestarian tari lengger.
Selain itu, Pemkab Banyumas juga berencana memperkuat sejumlah agenda budaya lain agar menjadi kegiatan rutin daerah. Di antaranya Ngibing 24 Jam yang digagas seniman Banyumas Rianto serta pelestarian kegiatan jemparingan di kawasan Kota Lama Banyumas.
"Saya ingin Banyumas menjadi tujuan wisata budaya, termasuk budaya-budaya Banyumas yang kita miliki, dengan dua agenda besar yang digelar berurutan pada 26-27 Juni mendatang. Banyumas tidak hanya menawarkan pertunjukan seni dan musik, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai daerah yang serius membangun pariwisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif," pungkas Sadewo.
Ketua Panitia Banyumas Lengger Bicara 2026, R Satria Setyanugraha, mengatakan kegiatan yang akan berlangsung di Menara Teratai Purwokerto pada 26 Juni mengusung tema Gemah Ripah Loh Jinawi. Tema tersebut menggambarkan kesuburan alam dan kemakmuran masyarakat Banyumas.
Pria yang akrab disapa Bagus itu menjelaskan, Banyumas Lengger Bicara tahun ini menghadirkan tiga agenda utama. Ketiganya adalah Art Camp, Lenggeran Bareng, dan pertunjukan utama bertajuk Senandung Tanah Makmur.
Art Camp akan berlangsung pada 25-26 Juni dengan sasaran anak-anak usia 5 hingga 10 tahun. Peserta akan dikenalkan pada budaya Banyumas melalui pelatihan musik calung, tari lengger, hingga pembuatan wayang lengger dari bahan daur ulang.
"Peserta akan belajar musik calung, tari lengger, serta membuat wayang lengger dari bahan daur ulang botol plastik," kata Bagus.
Pada 26 Juni sore, kegiatan dilanjutkan dengan Lenggeran Bareng yang ditargetkan diikuti sekitar 5.000 peserta di kawasan Menara Teratai. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Banyumas menuju Karisma Event Nusantara 2027.
"Pagi hingga sore akan ada Lenggeran Bareng yang ditargetkan diikuti sekitar 5.000 peserta. Ini menjadi bagian dari upaya menuju Karisma Event Nusantara 2027," ujarnya.
Malam harinya, Banyumas Lengger Bicara menghadirkan pertunjukan utama yang diawali pemberian penghargaan kepada dua maestro seni budaya Banyumas, yakni Peang Penjol dan Suliyah. Acara kemudian dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan kolaboratif.
Sutradara Banyumas Lengger Bicara 2026, Ridwan Bungsu, mengatakan panggung utama akan dibuka dengan karya maestro lengger Rianto berjudul Sastra Jiwaga. Karya tersebut sebelumnya telah dipentaskan di berbagai negara.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


